Kulabuhkan pilihan itu dinegri horas – One October 3, 2011
Posted by dinivian in Gado-gado, Harian Itu.add a comment
Rasanya hampir mo dua taon tidak mencoret-coret ruang publik ku satu ini. Maklum…bertaruh dengan kesibukan yang memang rada gak begitu jelas, membuat gue lupa untuk melirik kembali tempat ini.
Terakhir jika tidak salah ingat adalah salah satu artikel yang berkaitan dengan peternakan di Sumut yang ku-post-kan di blog ini. Dan akhirnya kuputuskan untuk ku-pending statusnya. Malas untuk berdebat dengan informasi yang sarat akan kepentingan bisnis tidak membuat aku tertarik membahas lebih lanjut. Namun apapun itu alasannya, saya secara pribadi tidak pernah setuju dengan praktek/ bisnis peternakan.
Dari sini ingin berbagi pengalaman pribadi yang “kurasa positif” untuk kubagikan, dari pada kesan dan pengalaman negatif.
Bertolak dari salah keyakinan, jika aku berbagi energi positif dengan sesama, maka energi tersebut suatu saat akan kembali kepadaku.
Aku percaya hal itu, sebagaimana modal sharing dari salah satu blogger asal negri jiran, Malaysia.
Hmm… hampir 2 taon (more…)
Jika angpao ditambah coklat, bagaimana rasanya? February 14, 2010
Posted by dinivian in Harian Itu, Reflection, Words of Love.Tags: Cinta, Gong Xi Fa Cai, Valentine 2010
add a comment
Hmm…jika angpao ditambah coklat, bagaimana rasanya? Menurut anda?
Pasti kaya surga yah
,
apalage buat anak muda yang lagi jatuh cintrong and dompet lagi kepepesan (abis dipepes maksudnya…hahaha). Berbunga-bunga, ada coklat manis, then
ditemani oleh bunga yang mekar indah dimusim semi(Jun Tian),
wuihhh…gak kebayang bokkk kalo kek di dataran Tiongkok sana…hehehe. Kapan yah, bisa menikmatinya disana dan pada saat seperti itu?…
Tak terasa memang, sudah tahun 2010, dan imlek 2561 bertepatan pula dengan hari valentine, hari beken buat sebagian anak muda untuk menyalurkan “ekspresi diri”nya…hahaha. (more…)
Apa harapanku ketika imlek datang? February 14, 2010
Posted by dinivian in Gado-gado, Harian Itu, Reflection.Tags: Gong Xi Fa Cai, Happy Chinese New Year, Imlek, Tiger's Year
add a comment
Chat spontan beberapa waktu lalu dengan rekan kerja:
Colleague: ikutan imlek jg ya
Colleague: hehe
Colleague: klo gw mah ga ikutan imlek
Me:
Colleague: ;-D
Me: Hahaha….
Me: spirit imlek susah wa ilangen seh….
Me: ada sesuatu…
Me: walo jarang balek…
Me: hahahaha…
Me: ![]()
Colleague: seh
Colleague: apa tuh sswtu nya (more…)
SAP lunch gathering January 29, 2010
Posted by dinivian in Gado-gado, Harian Itu.add a comment
Karena kesibukan yang ‘tak jelas’ selama di HO, maka apapun isi blog juga terbengkalai semua. Beberapa tulisan gado-gado yang hendak kutuangkan pun gak jelas tak karuan. Hahaha, maklum entah apa yang kusibukan, jika dijelaskan sekarang juga lupa jadinya. Berhubung dinas gak banyak kerjaan, gak ada jaringan, gak bisa nge-net juga, maklum pulsa lagi sekarat, mo m-Banking, kartu ternyata belum di-upgrade menu-nya. Lengkap deh dunia dan akhirat.
Akhir tahun kemaren satu department (SAP) diajak untuk lunch gathering bersama, hal ini dalam rangka menyambut akhir tahun bersama, dan sekedar kumpul bersama, maklumlah, ini department yang paling susah kalo mo diajak kumpul bersama. (more…)
Jalan itu pilihan – Bagian 2 July 18, 2009
Posted by dinivian in Goresan.add a comment
Sebuah paradigma lama yang memandang bagaimana seekor babi dan sejenisnya adalah diciptakan sebagai makanan bagi kita. Dan itu telah tertanam terus-menerus menjadi sebuah tradisi ditambah ketidakpernah puasan sejengkal lidah untuk terus mencicipi.
Saya tidak akan membahas panjang lebar soal itu dari berbagai sudut pandang dengan seribu satu macam alasannya. Saya hanya akan menulis melalui alunan, irama, dan intuisi kehidupan yang pernah saya lalui. Terlalu jauh untukku membahas itu, dan mungkin barangkali saya tidak punya kapasitas untuk membahas itu semua.
Sebuah kesimpulan terbesar yang akhirnya semakin jelas dari riak-riak air yang selamanya ini keruh begitu saja. Panggilan hati, kata “tak kuasa” melihat itu semua, dan bagaimana rasanya jika saya (more…)
Jalan itu pilihan – Bagian 1 July 18, 2009
Posted by dinivian in Goresan.add a comment
Ketika jalan itu engkau pilih, maka anda harus siap dengan segala konsekuensi dari pilihan itu. Dan setiap benda itu memiliki dua sisi tidak terkecuali pada logam.
Bukan sebuah keputusan yang mudah memang, ketika daku memutuskan untuk menjalani hidup meatless. Dan daku tidak pernah membayangkan akan ada hari ini dengan apa yang telah dijalani, waktulah jawaban akan semua itu. Proses ukir dan pahat yang tiada henti, sampailah pada sebuah titik dan puncak, daku memilih jalan ini. Per Juni 2004 itulah daku melepas itu semua. Meski sebenarnya hingga saat ini juga belum ikrar, sebuah pilihan yang barang kali tidak main-main untuk dijalani terutama berkaitan dengan persoalan iman. Tidak mudah memang, dan daku belum siap untuk itu. Waktu yang akan menentukannya.
Tantangan pertama tidak lepas ketika bau-bau menyengat di pinggiran warung tambal sekitar Babarsari saat daku akan pergi makan malam. Hari demi hari ujian itu terlewati.
Ada satu hal yang paling (more…)






