Terima kasih kota Jogja tercinta… January 31, 2009
Posted by dinivian in Harian Itu.trackback
Selamat tinggal kota Gudeg tercinta,
Mungkin itulah untaian kata-kata yang terucap dari hatiku,
kata yang mungkin tidak keluar dari pita suaraku, manifestasi lukisan isi hati yang baru dapat dimengerti oleh siapa saja. Perjalananku…di kota ini telah membawa kenangan tersendiri bagiku. Perjalanan mencari jati diri, gejolak emosi, pertarungan dalam mencari arti realita hidup, hingga perjalan mencari arti cinta. Semua ku lalui di kota yang akan menjadi kota sejuta kenangan bagiku.
Awalnya, bukan hal yang mudah bagiku untuk memulai kehidupan baru di kota ini. Sebuah keadaan yang mungkin sunyi, sepi dan terasa berbeda dari asalku. Ditambah dengan “kegagalan”ku untuk memenuhi sebuah target, dan itu menjadi tekanan batin yang tak terlupakan, meski demikian pada akhirnya itu menjadi sebuah pelajaran dan kekuatan bagiku hingga saat ini. Dunia seolah menjadi “slow down”, dan walau langit menjatuhkan emas, seolah tidak terjadi apa-apa. Hari demi hari kujalani, gejolak mulai hilang saat tekanan kuliah menghantui diriku. Kusibukkan diri dengan berbagai aktivitas, salah satunya organisasi vihara, maupun IVS (Indonesia Vegetarian Society, yang sebelumnya bernama Keluarga Vegetarian Maitreya Indonesia). Berbagai tekanan dalam kuliah maupun keorganisasian pada akhirnya membentuk hati dan jiwa ini. Benturan akan setiap tantangan pada akhirnya mulai mengasah sebatang besi yang karatan agar menjadi jarum. Datang dari ibu bapak dan keluarga berbeda, pada akhirnya kita bisa tinggal seatap bersama selama 4 tahun lebih menjadi memori tersendiri bagi diriku. Thanks Hery (Alias Hera), Hartanto (alias Hartanti), dan Harmoko (Alias Harmiki alias Mister alias Apui alias Ndut alias Buncit..
), peace bro…lol. Suka-duka, seiaya-sekata, dan cek cok tidak lepas dari pergumulan hidup yang kita jalani selama itu. Belajar mengerti dan memaklumi perbedaan karakter dan sikap, pelajaran yang sangat berharga yang Don dapatkan bersama kalian. Tidak mudah memang mendapatkan itu, tapi Don merasa beruntung bisa mendapatkannya. Keinginan untuk berbagi dan siap belajar untuk berubah menjadi “the better” menjadi memori penting perjalanan hidup kita selama serumah. Thanks fren, you’re like my brother (older or younger…lol).
Motivasi yang tiada henti yang datang dari kalian untuk menguatkan diriku juga menjadi kenangan indah. Saat Don tidak mampu bangkit dari ketidakberdayaan cobaan, anda datang untuk menguatkan dan memotivasi. Xie-xie pada para tian cuan shie, tanchu, dan fo yuan yang tidak henti-hentinya untuk itu. Ibu Pdt. Lusia Anggraini, Tc Mimi banyak sekali hal positif yang pada akhirnya Don lewatkan dan pada akhirnya Don bisa merasakan hari ini, ya sekalipun air mata akan merindukan kalian semua mampu kutahan saat wisuda maitreya, tapi air mata hatiku tidak mampu membohongi itu semua. Saat imanku sedang galau disetiap cobaan dan ujian, uluran tangan dan motivasimu menjadi pilar bagi Don untuk berdiri.
Xie-xie ce Aching (Chindy Tan)…terimakasih atas setiap pembelajaran yang Don dapatkan darimu, langsung maupun tidak, kata-kata, motivasi maupun sindiran…lol…sungguh indah dan Don gak pernah lupa. Pada akhirnya menjadi asahan salah satu sisi jarum, jarum yang berinisial Don. Terima kasih telah mempercayai dirinya kepada Don, i’ll try my best to caring her ce. As long as i could breath and as long as my blood still flowing in my vein.
Thanks buat Yenny Halim, atas motivasi dan kemajuan yang Don dapat, meski tidak banyak tapi sangat dalam tergores di dalam hati. Although i can’t be the best as what you imagine, but i learn to be the best on me.
Terima kasih buat teman-teman kuliah yang seperjuangan, Teknik Informatika 2004 Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang mungkin tidak dapat Don sebutkan satu persatu, thanks alot. Teman-teman DATA2 Group (Dondi, Vencias Markus Kawangung (Apink) alias Pinky boy, Leonardus Tono Amboro (Tono) alias Crazy boy, Agus Kurniawan (Agus) alias Haji Romli, Andrie Heriyanto (Andrie) alias Professor Style boy), thanks atas segala dukungan dan motivasinya, hingga saat kita terakhir untuk berkumpul. Gilanya, candanya, ato memang lagi stress kuliah, apa yang kita kerjakan, semuanya sudah menjadi history dan Don tahu itu akan menjadi kenangan tersendiri bagi kita semua. Semoga kita tidak hilang contact walau kita sudah sibuk dengan urusan masing-masing, barangkali teknologilah yang bisa menjadi komunikasi kita yang paling instan.
Thanks alot for all of my friends, Keluarga Besar Vihara Bodhicitta Maitreya dan Keluarga Besar Pusdiklat Sukhavati Maitreya. Bangga dalam diriku saat bisa menjadi bagian dari keluarga besar ini. Untaian memori itu akan senantiasa ada karena menjadi perjalanan hidupku. Tidak banyak hal yang mungkin bisa Don lakukan untuk kalian semua, barang kali banyak goresan luka yang Don buat pada diri kalian, ijinkan daku untuk menyampaikan kata mohon maaf yang sebesar-besarnya, walau kadang kata-kata ini tidak mampu untuk “menguapkan” itu semua. Mohon maaf atas segala kelalaianku, mohon maaf atas segala tindak-tanduk Don yang kurang berkenan di hati kalian semua, secara sengaja maupun tidak selama perjalanan Don di Jogja. Sungguh kebanggaan tersendiri bisa mengenal dan bisa bersua dengan kalian semua.
Kini saatnya Don dan teman-teman untuk mengangkat kaki dari kota gudeg ini, kota Jogjakarta tercinta. Pada akhirnya Don jatuh cinta dan berat untuk meninggalkannya. Proses tempaan jarum telah membuat diri Don sulit untuk melupakannya. Sungguh berat rasanya, barang kali itu juga yang dirasakan oleh Harmoko dan Hery…
Saatnya bagi kami untuk mohon pamit…akhirnya…
Berat bagi kami untuk meninggalkan kota ini,
Kami mencintaimu dan akan selalu merindukan kalian semua…
Kapan yah kita bisa reunian, berkumpul dan bersua kembali?…
Don akan menantikan…dan jika ada jodoh kita akan berjumpa lagi… Berkumpul bersama, menceritakan masa kuliah kita?… masa “nakal-nakalnya kita”…lol…canda gurau, jahil, dan ngobrol tak karuan yang telah mengisi saat kita kumpul bersama selama kita kuliah.
Surat dari seorang teman,
August Shines,
Insan yang terus dan terus mencari arti hidup…dan jati diri…




memory itu akan menjadi memory yang hidup dan harum dalam hatimu.
Raga terpisah, namun hati dan jiwa tetap bersama!
selamat…satu jenjang telah kamu lewati…semoga bisa menjadi bekal dikehidupan dan berbagi dengan sesama!
chiayo…didepan masih banyak tantangan, namun cc yakin kamu bisa melewati semua itu, dengan gemilang!
salam…
Dondi:
hahaha…
Hehehe..thanks ce..:D, eitss..ternyata lagi mampir hahaha….
Iya, benar sekale ce, a “new jungle” out there is waiting for me… A real life…
Selamat yah don dan semoga sukses dalam karir dan kehidupan mu nanti…
@Ivan Krisitianto:
Thanks ya atas kunjungan dan ucapannya ko…
. Sering-sering yah…
. Akan ku kunjung balik di lain waktu .. 