Apa harapanku ketika imlek datang? February 14, 2010
Posted by dinivian in Gado-gado, Harian Itu, Reflection.Tags: Gong Xi Fa Cai, Happy Chinese New Year, Imlek, Tiger's Year
trackback
Chat spontan beberapa waktu lalu dengan rekan kerja:
Colleague: ikutan imlek jg ya
Colleague: hehe
Colleague: klo gw mah ga ikutan imlek
Me:
Colleague: ;-D
Me: Hahaha….
Me: spirit imlek susah wa ilangen seh….
Me: ada sesuatu…
Me: walo jarang balek…
Me: hahahaha…
Me: ![]()
Colleague: seh
Colleague: apa tuh sswtu nya
Colleague: lu bkn org medan yah
Me: maksudnya…..%0AHmm…gimana yah…%0Afeels-nya itu lho…..%0Akata orang A Mild…%0ATaste-nya itu lho…
Me: wkwkwkkw
Colleague: hahha
Colleague: iya seh
Colleague: wa buddhist
Colleague: 101%25
Me: 1 persen lebihnya?…
Me: Budhist?… napo ndak ikutan imlek garl?…
Colleague: 1 persennya itu utk meyakinkan lu klo wa buddhist
Colleague: hahaha
Colleague: imlek itu bkn tradisi buddhist
Colleague: imlek tradisi org chinese
Colleague: huahahhaa
Me: KTP yah?…
Colleague: wa ikut lah
Colleague: tapi ga heboh2 kali lahh
Colleague: nga tuh
Colleague: wa beneren buddhist
Colleague: ga bisa diganggu gugat lagi
Colleague: wakakka
Me: masa sechhh??.. =))
Me: Pengaruh vihhara yah?…%0APemahaman akan ajaran?..
Me: =))
Colleague: yg bener..pemahaman akan ajaran
Colleague: kebenaran itu
Colleague: i found it in buddhism
Colleague: ;-D
Me: tapi HAL itu “tidak hanya” di Buddhism-kan?…
Me: ![]()
Colleague: ic.. tidak hanya di buddhism
Chatting sekilas dengan salah seorang rekan kerja di kantor beberapa waktu lalu mengundang pertanyaan dalam hatiku pada muara bagaimana saya memaknai imlek itu sendiri dan ujung-ujungnya yah tulisan ini…hehehe.: D .
Imlek dalam tradisi orang tionghua tidak lepas dari harapan penuh berkah dan kemajuan rejeki, usaha dan sebagainya. Kita sering menemukan kata “Gong Xi Fa Cai, Xin Ni Huat Cai” (in hokkian dialect), simpelnya yang berarti kebahagiaan dan kemakmuran. Kata wealth dan prosperity selalu menjadi andalan utama ketika bertemu sapa dengan siapa saja kita bertemu.
Baru sekitar sejam lalu selesai ikut sembahyang di rumah kost, hehehe, maklum tidak pulang, jadi ikut imlek kana ma bonyok kost…hahaha. (Ssstttt….bukan durhaka yeee: p, tapi karena memang sikon gak memungkinkan – no holiday, naseb bookkkk, laen lage kalo waktu kuliah, bebas…hehehe.: D), ni senin dah masuk, maybe kantor sepi, kabar senin accounting libur semua. Kok cuman kita yang masuk…hikss… gak apalah, daripada dikost tepuk nyamuk. Pemilik kost orang Teochew, jadi paling sedikit berbeda aja dengan cara sembahyang orang Hokkian, hehehe, maklumlah ini 1st experience for me di tempat perantauan baru.: ). Mulainya jam 04.00 WIB, tidak mulai jam 00.00WIB, karena udah pada teller semua, jadi pindah ke jam 04.00WIB.
Hmm…perayaan imlek emank sudah bawaan orok ku…hihihi sejak kecil. Satu hal yang sangat saya sukai adalah spiritnya. Waduh, kok sekarang perasaan kamar tambah mengepul, asap dupa senang sekali berkeliaran dikamarku, pedih neh mata…hiksss… (tapi masih bisa liat layar LCD kok buat ngetik tulisan ini…: ) ). Yeah, walau gak sekental dulu, saya amat menyukai suasananya, keceriaannya, belum lagi kalo lagu imlek didendangkan, lengkap deh…hehehe.
Lalu, apa hubungan saya copy-paste chat di atas dengan artikel ini? Saya pribadi setuju dengan rekan kerja, memang imlek bukan tradisi budhist. Namun bagi saya, apapun perayaan itu, sejauh ia bermakna dalam ‘pemaknaan saya’, maka saya akan tetap menjalankan dan mengenangnya.: ) Setiap event apapun itu, jika ia membawa makna positif bagi setiap diri dan insan, bukankah baik untuk kita lakukan? Karena kalo anda tanya, saya agama apa? Saya akan menjawab, saya pribadi tidak punya agama. Yang adalah keyakinan “bodhi” di dalam diri untuk melawan ke-aku-an.
Apa yang kamu cari (orang tionghua yang merayakannya) saat imlek tiba? Doa penuh berkah, keselamatan, dan harapan di tahun baru? Masalah besar menjadi masalah kecil, masalah kecil menjadi tidak ada masalah? Ada lagi yang lain? Secara garis besar, yang ini pasti tidak pernah lepas? Tepatkah kita berdoa seperti itu? Menurut saya, tepat, tidak ada salahnya. Namun, bagaimana jika doa-nya saya isi dengan mohon petunjuk dalam membuka jalan hidup, jalan kearifan dan kebijaksanaan, kesabaran di dalam meniti setiap detik hidup, penuh syukur untuk saya tempuh dan keteguhan jiwa diri menggapai impian? Kemudian, apakah doa seperti ini hanya saya lakukan saat imlek?
Bagaimana menurut anda?
Memohon Chai Shen Ye (Dewa Keberuntungan) saat menyambut imlek? Menurut pribadi saya, benar juga.: ) . Tapi, bagaimana jika setiap saya akan tidur dan bangun pagi saya memohon kekuatan-Nya untuk mengakhiri hari dengan rasa syukur dan memulai hari dengan semangat “saya bisa”.
Saya mengajak rekan-rekan yang membaca untuk mencoba menganalisa setiap pertanyaan yang saya lontarkan, dan bagaimana anda sendiri melihat-nya? Hidup sebagai insan manusia tidak ubahnya seperti pilihan untuk mengasah sebuah batangan besi karatan (bukan emas lho, tar dibilang mikir duit logam lagi kek yang dibawa dewa keberuntungan, hehehe). Sukses? Karir, dll? Pilihan untuk mengasah diri, pada ujung-ujungnya tidak akan lepas dari sebuah hal yang paling hakiki, yakni niat yang teguh untuk menjalani (do it!). Doa yang membara dan penuh harapan tanpa niat yang teguh sama seperti balok es yang dikeluarkan dari lemari es. Cair begitu saja, dan pada akhirnya tak bersisa, menguap dan hilang…: ) . Bagi sebagian budhist, ketika berdoa dengan bersujud dalam setiap ketukan, tak ubahnya memohon kekuatan agar kita kuat dan teguh. Itulah…kekuatan yang bekerja dalam doa. Sukses? Apa definisi dan parameter sukses? Materi? Benarkah? Anda yakin? Benar neh yakin dengan jawaban itu?: D . Jika sikapku hari ini lebih baik dari hari kemaren, apakah itu berarti sukses? Dan bagaimana jika itu tumbuh dari hari ke hari. Hari ini lebih baik dari hari kemaren, kemudian diakumulasikan. Bayangkan seperti kita menaiki tangga, tapi tangga yang satu ini adalah tangga imajinatif. Seberapa tinggi tangga itu menunjukkan seberapa besar kapasitas diri anda.
Ketika imlek datang, bertambah juga kesempatanku untuk melewati suatu masa (Kalo di dataran Tiongkok kita mengenal musim semi). Kesempatan diri ini untuk mampu menarik nafas dan menikmati indahnya bunga yang tumbuh dimusim ini (Chun Tian). Kesempatan itu membuat diri bersyukur dan merasa bahagia(Kuai Le) dan terus berharap agar kesempatan itu diberikan lebih panjang, panjang, dan panjang lagi (Fa Cai).
Gong Xi Fa Cai 2561…
Xin Nian Kuai Le
Wan Shi Ru Yi
Sebelumnya, saya punya Quote spesial untuk rekan semua:
“Mujizat datang ketika kita berusaha dan perubahan terjadi ketika kita bertindak”.
Dan terakhir, sekali lagi saya mengucapkan:
Happy Chinese New Year, Wish You A Wise New Year to reach your dreams.
Source: http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/apa-harapanku-ketika-imlek-datang/






Comments»
No comments yet — be the first.