jump to navigation

Kulabuhkan pilihan itu dinegri horas – One October 3, 2011

Posted by dinivian in Gado-gado, Harian Itu.
trackback

Rasanya hampir mo dua taon tidak mencoret-coret ruang publik ku satu ini. Maklum…bertaruh dengan kesibukan yang memang rada gak begitu jelas, membuat gue lupa untuk melirik kembali tempat ini. :) Terakhir jika tidak salah ingat adalah salah satu artikel yang berkaitan dengan peternakan di Sumut yang ku-post-kan di blog ini. Dan akhirnya kuputuskan untuk ku-pending statusnya. Malas untuk berdebat dengan informasi yang sarat akan kepentingan bisnis tidak membuat aku tertarik membahas lebih lanjut. Namun apapun itu alasannya, saya secara pribadi tidak pernah setuju dengan praktek/ bisnis peternakan.

Dari sini ingin berbagi pengalaman pribadi yang “kurasa positif” untuk kubagikan, dari pada kesan dan pengalaman negatif. :) Bertolak dari salah keyakinan, jika aku berbagi energi positif dengan sesama, maka energi tersebut suatu saat akan kembali kepadaku. :) Aku percaya hal itu, sebagaimana modal sharing dari salah satu blogger asal negri jiran, Malaysia. :)

Hmm… hampir 2 taon ampek bulan rasanya ku melewati hari-hariku dinegri horas sejak artikel ini kutulis…hehehe… tak terasa yah?, memang sesuatu rasanya dalam sekejap mata ketika kamu hampir akan mencapai titik akhirnya. Memulai karir disalah satu perusahaan (bergerak di bidang agribisnis) yang cukup besar, yah…boleh dikategorikan multinasional lah dan masuk ke dalam divisi application development untuk salah satu aplikasi ERP yang masih sangat populer (hingga saat ini) merupakan kesempatan pertamaku memasuki belantara karir. :) .

Alasan terbesar kupilih negri ini ketimbang negri-nya “abang-nona” adalah karena rasa penasaran dan mencari tantangan baru ditempat yang sama sekali yang belum pernah kujamah…hahaha. Walo sebenarnya memang banyak informasi negatif yang pernah kudapat sebelumnya, tentang bagaimana orang-orang disini, culture, dsb. Hehehe…ternyata….akhirnya aku bisa melihat dan merasakan sendiri (terutama atas informasi negatif yang kuterima). :) . Ya, yang sebenarnya tidaklah seperti yang dikira. :) Banyak yang bisa kuperoleh selama interaksi dengan teman-teman disini. Finally, I love it. :) hehehe…

Satu hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana diri sendiri bisa terbuka untuk beradaptasi sesuatu yang baru. Dan anda akan mendapatkan sesuatu yang berharga. Tidak mesti dari ukuran besar/ kecilnya “hal” itu, karena ketika ia bermanfaat untuk penumbuhan karakter pribadi anda, maka itu sudah berharga bagi jiwa dan kehidupan anda. Setuju? hehehe… :)

Pertama kali menginjakkan kaki di Medan, memang tidak begitu nyaman menjalani rutinitas. Gaya interaksi disini memang berbeda dengan kondisi sebelumnya, mungkin karena ampek taon lebih hijrah di kota pendidikan, Jogja (jadi rasanya agak sensi gitu kalo ketemu orang ngomong dengan nada yang tinggi…hahaha). Dari pendapat penulis pribadi, Jogja memang memiliki karakter kota yang pembawaan masyarakatnya halus/ lembut dalam berinteraksi/tutur dan tidak to the point, jadi ada yang iseng bilang suka muter-muter – boros pulsa. hahaha…

Anyway, apapun yang penulis utarakan di artikel ini bukanlah untuk menjelekkan/ membanggakan culture tertentu, tapi lebih tepatnya adalah penulis belajar untuk memahami karakter suatu culture. Ingat, setiap culture yang ada itu unique dan baik ketika culture itu berada pada tempatnya sendiri. That’s what I learned when I got “Cross Culture Understanding” subject in Jogjakarta. Ketika anda masuk pada tahap bisa memahami, maka anda akan melihat keindahannya tersendiri. :)

Misalnya, rasanya sedikit agak kesal waktu tidak terbiasa ketika berhadapan dengan orang yang bicaranya (kosa-kata) kasar di awal-awal saya berinteraksi, kog ni orang sombong banget yah, rasanya mo menang sendiri. But finally I knew, sebenarnya mereka berusaha untuk berbicara “to the pointwith no hurt feeling. ;) . Cool man!…hahaha. Soal gaya berbicaranya agak “keras”, apa diri penulis lupa?, penulis dari mana?… hahaha… kan wong Sumatera juga, hanya karena lama di Jawa Tengah saja, rasanya jadi ber-metamorfosis… hohoho :p

Dari semua yang ada, memang ada satu hal yang masih ada satu hal yang mengganjal, dan sulit untuk kuterima disini, mo tau apa?… hehehe… arusnya dah rahasia umum. :) , “Pengguna jalan raya yang seenak perutnya membawa kendaraan”. :p. Jadi memang istilah yang tidak asing diteliga penulis, anda belum lulus SIM kalo belum pernah “balapan dijalan raya Medan”…hahaha. Hal ini juga diamini oleh teman-teman penulis sendiri asal kota horas yang merantau ke pulau Jawa. :)

Keputusan untuk memilih memulai karir disini memang memberikan pengalaman tersendiri dalam hidup. :) And I love to made it! Looking for new friends, new culture, and new environment. And the most pleasure is… I can survive here. :) .
Here, I put sharing into several parts, working, friends, food and this one is for intro…hehehe… I hope you enjoy it. :) It will continue with different those parts and anything that come to my mind. :p

Will be continued… :)

***Pleased for any liable comment. :)

Medan, October 3rd, 2011

Writers,
August Shines

http://dinivian.wordpress.com/2011/10/03/kulabuhkan-pilihan-itu-dinegri-horas-one/

http://dinivian.wordpress.com/2011/10/03/kulabuhkan-pilihan-itu-dinegri-horas-one/

Advertisement

Comments»

1. yany - February 4, 2012

oh ya?? :p

dinivian - February 4, 2012

Indeed!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.