<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cinta itu datang dan pergi, tapi Cinta sejati tak'kan pernah mati</title>
	<atom:link href="http://dinivian.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dinivian.wordpress.com</link>
	<description>Place to share my life..;-)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Dec 2011 15:03:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dinivian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cinta itu datang dan pergi, tapi Cinta sejati tak'kan pernah mati</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dinivian.wordpress.com/osd.xml" title="Cinta itu datang dan pergi, tapi Cinta sejati tak&#039;kan pernah mati" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dinivian.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kulabuhkan pilihan itu dinegri horas &#8211; One</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com/2011/10/03/kulabuhkan-pilihan-itu-dinegri-horas-one/</link>
		<comments>http://dinivian.wordpress.com/2011/10/03/kulabuhkan-pilihan-itu-dinegri-horas-one/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 16:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinivian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gado-gado]]></category>
		<category><![CDATA[Harian Itu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinivian.wordpress.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya hampir mo dua taon tidak mencoret-coret ruang publik ku satu ini. Maklum&#8230;bertaruh dengan kesibukan yang memang rada gak begitu jelas, membuat gue lupa untuk melirik kembali tempat ini. Terakhir jika tidak salah ingat adalah salah satu artikel yang berkaitan dengan peternakan di Sumut yang ku-post-kan di blog ini. Dan akhirnya kuputuskan untuk ku-pending statusnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=346&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya hampir mo dua taon tidak mencoret-coret ruang publik ku satu ini. Maklum&#8230;bertaruh dengan kesibukan yang memang rada gak begitu jelas, membuat gue lupa untuk melirik kembali tempat ini. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Terakhir jika tidak salah ingat adalah salah satu artikel yang berkaitan dengan peternakan di Sumut yang ku-post-kan di blog ini. Dan akhirnya kuputuskan untuk ku-pending statusnya. Malas untuk berdebat dengan informasi yang sarat akan kepentingan bisnis tidak membuat aku tertarik membahas lebih lanjut. Namun apapun itu alasannya, saya secara pribadi tidak pernah setuju dengan praktek/ bisnis peternakan.</p>
<p>Dari sini ingin berbagi pengalaman pribadi yang &#8220;kurasa positif&#8221; untuk kubagikan, dari pada kesan dan pengalaman negatif. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bertolak dari salah keyakinan, jika aku berbagi energi positif dengan sesama, maka energi tersebut suatu saat akan kembali kepadaku. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Aku percaya hal itu, sebagaimana modal sharing dari salah satu<em> blogger</em> asal negri jiran, Malaysia. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hmm&#8230; hampir 2 taon <span id="more-346"></span>ampek bulan rasanya ku melewati hari-hariku dinegri horas sejak artikel ini kutulis&#8230;hehehe&#8230; tak terasa yah?, memang sesuatu rasanya dalam sekejap mata ketika kamu hampir akan mencapai titik akhirnya. Memulai karir disalah satu perusahaan (bergerak di bidang agribisnis) yang cukup besar, yah&#8230;boleh dikategorikan multinasional lah dan masuk ke dalam divisi<em> application development</em> untuk salah satu aplikasi ERP yang masih sangat populer (hingga saat ini) merupakan kesempatan pertamaku memasuki belantara karir. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Alasan terbesar kupilih negri ini ketimbang negri-nya &#8220;abang-nona&#8221; adalah karena rasa penasaran dan mencari tantangan baru ditempat yang sama sekali yang belum pernah kujamah&#8230;hahaha. Walo sebenarnya memang banyak informasi negatif yang pernah kudapat sebelumnya, tentang bagaimana orang-orang disini, <em>culture</em>, dsb. Hehehe&#8230;ternyata&#8230;.akhirnya aku bisa melihat dan merasakan sendiri (terutama atas informasi negatif yang kuterima). <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Ya, yang sebenarnya tidaklah seperti yang dikira. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Banyak yang bisa kuperoleh selama interaksi dengan teman-teman disini. <em>Finally, I love it</em>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  hehehe&#8230;</p>
<p>Satu hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana diri sendiri bisa terbuka untuk beradaptasi sesuatu yang baru. Dan anda akan mendapatkan sesuatu yang berharga. Tidak mesti dari ukuran besar/ kecilnya &#8220;<strong>hal</strong>&#8221; itu, karena ketika ia bermanfaat untuk penumbuhan karakter pribadi anda, maka itu sudah berharga bagi jiwa dan kehidupan anda. Setuju? hehehe&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertama kali menginjakkan kaki di Medan, memang tidak begitu nyaman menjalani rutinitas. Gaya interaksi disini memang berbeda dengan kondisi sebelumnya, mungkin karena ampek taon lebih hijrah di kota pendidikan, Jogja (jadi rasanya agak sensi gitu kalo ketemu orang ngomong dengan nada yang tinggi&#8230;hahaha). Dari pendapat penulis pribadi, Jogja memang memiliki karakter kota yang pembawaan masyarakatnya halus/ lembut dalam berinteraksi/tutur dan tidak to the point, jadi ada yang iseng bilang suka muter-muter &#8211; boros pulsa. hahaha&#8230;</p>
<p><em>Anyway</em>, apapun yang penulis utarakan di artikel ini bukanlah untuk menjelekkan/ membanggakan <em>culture</em> tertentu, tapi lebih tepatnya adalah penulis belajar untuk memahami karakter suatu <em>culture</em>. Ingat, setiap <em>culture</em> yang ada itu <em>unique</em> dan baik ketika <em>culture</em> itu berada pada tempatnya sendiri. <em>That&#8217;s what I learned when I got &#8220;Cross Culture Understanding&#8221; subject in Jogjakarta</em>. Ketika anda masuk pada tahap bisa memahami, maka anda akan melihat keindahannya tersendiri. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Misalnya, rasanya sedikit agak kesal waktu tidak terbiasa ketika berhadapan dengan orang yang bicaranya (kosa-kata) kasar di awal-awal saya berinteraksi, kog ni orang sombong banget yah, rasanya mo menang sendiri. But finally I knew, sebenarnya mereka berusaha untuk berbicara &#8220;<em><strong>to the point</strong></em>&#8221; <em>with no hurt feeling</em>. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . <strong>Cool man!</strong>&#8230;hahaha. Soal gaya berbicaranya agak &#8220;keras&#8221;, apa diri penulis lupa?, penulis dari mana?&#8230; hahaha&#8230; kan wong Sumatera juga, hanya karena lama di Jawa Tengah saja, rasanya jadi ber-metamorfosis&#8230; hohoho :p</p>
<p>Dari semua yang ada, memang ada satu hal yang masih ada satu hal yang mengganjal, dan sulit untuk kuterima disini, mo tau apa?&#8230; hehehe&#8230; arusnya dah rahasia umum. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , &#8220;Pengguna jalan raya yang seenak perutnya membawa kendaraan&#8221;. :p. Jadi memang istilah yang tidak asing diteliga penulis, anda belum lulus SIM kalo belum pernah &#8220;balapan dijalan raya Medan&#8221;&#8230;hahaha. Hal ini juga diamini oleh teman-teman penulis sendiri asal kota horas yang merantau ke pulau Jawa. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Keputusan untuk memilih memulai karir disini memang memberikan pengalaman tersendiri dalam hidup. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <em>And I love to made it! Looking for new friends, new culture, and new environment. And the most pleasure is&#8230; I can survive here. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</em><br />
<em>Here, I put sharing into several parts, working, friends, food and this one is for intro&#8230;hehehe&#8230; I hope you enjoy i</em>t. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <em>It will continue with different those parts and anything that come to my mind.</em> :p</p>
<p><em>Will be continued&#8230;</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>***<em>Pleased for any liable comment</em>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Medan, October 3rd, 2011</p>
<p>Writers,<br />
<strong>August Shines</strong></p>
<p>http://dinivian.wordpress.com/2011/10/03/kulabuhkan-pilihan-itu-dinegri-horas-one/</p>
<p>http://dinivian.wordpress.com/2011/10/03/kulabuhkan-pilihan-itu-dinegri-horas-one/</p>
<br />Filed under: <a href='http://dinivian.wordpress.com/category/gado-gado/'>Gado-gado</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/category/harian-itu/'>Harian Itu</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dinivian.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dinivian.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dinivian.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dinivian.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dinivian.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dinivian.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dinivian.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dinivian.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dinivian.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dinivian.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dinivian.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dinivian.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dinivian.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dinivian.wordpress.com/346/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=346&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinivian.wordpress.com/2011/10/03/kulabuhkan-pilihan-itu-dinegri-horas-one/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dinivian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika angpao ditambah coklat, bagaimana rasanya?</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/jika-angpao-ditambah-coklat-bagaimana-rasanya/</link>
		<comments>http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/jika-angpao-ditambah-coklat-bagaimana-rasanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 14:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinivian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian Itu]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Words of Love]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Gong Xi Fa Cai]]></category>
		<category><![CDATA[Valentine 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinivian.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Hmm…jika angpao ditambah coklat, bagaimana rasanya? Menurut anda? Pasti kaya surga yah , apalage buat anak muda yang lagi jatuh cintrong and dompet lagi kepepesan (abis dipepes maksudnya…hahaha). Berbunga-bunga, ada coklat manis, then ditemani oleh bunga yang mekar indah dimusim semi(Jun Tian), wuihhh…gak kebayang bokkk kalo kek di dataran Tiongkok sana…hehehe. Kapan yah, bisa menikmatinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=293&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm…jika angpao ditambah coklat, bagaimana rasanya? Menurut anda? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Pasti kaya surga yah <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ,</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 226px"><a href="http://farm5.static.flickr.com/4044/4355721545_674e30c347_o.jpg"><img class="  " title="src: munsonschocolates.com" src="http://farm5.static.flickr.com/4044/4355721545_674e30c347_o.jpg" alt="src: munsonschocolates.com" width="216" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">Chocolate + get angpao</p></div>
<p>apalage buat anak muda yang lagi jatuh cintrong and dompet lagi kepepesan (abis dipepes maksudnya…hahaha). Berbunga-bunga, ada coklat manis, then<br />
ditemani oleh bunga yang mekar indah dimusim semi(Jun Tian),<br />
wuihhh…gak kebayang bokkk kalo kek di dataran Tiongkok sana…hehehe. Kapan yah, bisa menikmatinya disana dan pada saat seperti itu?… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tak terasa memang, sudah tahun 2010, dan imlek 2561 bertepatan pula dengan hari valentine, hari beken buat sebagian anak muda untuk menyalurkan “ekspresi diri”nya…hahaha. <span id="more-293"></span>Benar gak? Hayo… Dan ini adalah pertamakalinya saya melewatinya (Coklat rasa angpao…hahaha). <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semalamlah…menjelang malam imlek…tanpa sebuah rencana pasti aku mengenal…mengenal sosok pribadi lain. Hmm…ketika tertenun sebentar….tanpa kusadari rasa itu telah berusia 3 tahun. Dalam kegenapan angka tiga, dan mungkin bersua juga tidak lebih dari angka tiga…hehehe…</p>
<p>Jika ditanya, apaseh yang dirasain?&#8230;hmm…pelajaran setiap moment yang datang bagaikan ulangan harian. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Hidup memiliki pasangan lebih daripada sekedar memiliki dan membelengguinya. Butuh lebih banyak un-ego dan perbaikan diri untuk jauh lebih mengerti dan memahami entitas lain. Nah…ini neh…yang gak gampang… <em>easy to say</em> <em>and heavy to do</em>. Love is not about owning but it more than understanding… <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . PR tersulit ketika semua itu bertabrakan dengan ego dan keinginan diri sesaat. Hehehe…kalo gak, pasti terkontrol dengan baik, iya ndak?&#8230; hehehe… Yeah…cinta dan ego itu memang beti, beda-beda tipis dalam praktiknya.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 212px"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2777/4357480621_6276aa707f_o.jpg"><img class="   " title="src: http://www.patagoniagifts.com" src="http://farm3.static.flickr.com/2777/4357480621_6276aa707f_o.jpg" alt="src: http://www.patagoniagifts.com" width="202" height="134" /></a><p class="wp-caption-text">Your Love is Never Ending</p></div>
<p>Saat valentine itu tiba, akankah kita menuntut pasangan kita <em>perlu</em> memberikan surprise kepada kita? Atau memperhatikan kita lebih dari biasanya? Atau apalah sejenisnya? Itukah definisi valentine yang kita maksud dengan kita sebagai partner? Ataukah kita akan memaknai lebih dari kasih sayang sebatas pada partner secara fisik. Rasa syukur atas apa yang telah terjadi didalam mengaruhi samudera rasa. Kebersamaan dalam memotivasi dan menguatkan disetiap kesempatan, disetiap problema hidup yang kita hadapi baik secara pribadi maupun bersama-sama. Kehangatan dan keceriaan berbagi tanpa melihat kondisi. Lebih jauh lagi…wujudkan kasih sayang anda setiap saat seperti lagunya Everyday is my valentine dan kepada siapa saja untuk membawa kasih disekitarmu.</p>
<p>Nb : Buat yang masih jomblo, ungkapkan lah cinta anda<em>, jika anda merasa perlu</em>, namun, anda juga harus siap menerimanya apapun jawabannya. Jangan terbelenggu oleh cinta, karena jika dibelenggu kamu akan buta, maka lahirlah cinta itu buta… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .<br />
Siapkanlah prinsip uang logam, semua memiliki dua sisi.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 268px"><a href="http://farm5.static.flickr.com/4047/4355721535_ee68b2908a_o.jpg"><img class=" " title="src: http://asmaracinta.com" src="http://farm5.static.flickr.com/4047/4355721535_ee68b2908a_o.jpg" alt="src: http://asmaracinta.com" width="258" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">A rose for her</p></div>
<p>Belenggu? ketika kamu menganggap, dunia ini hanya dia seorang, <em>hanya</em> dia, berarti anda sudah gila, gak waras…hahaha. Napa? Cintamu terlalu sempit dan terbelenggu dan tidak tulus untuk kamu berikan. Ketulusan membuat rasa itu tumbuh dan berkembang dengan sendirinya, tanpa dusta.</p>
<p><em>At the end I want to say. Thanks for being my wings and teach me about the wisdom. Indirect lessons for many years are worthwhile … Keep on learning, sharing, and understanding is the best words. Hope it will grow-up and come to next step ladder of relationship</em>. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Happy valentine’s 14 February 2010 (HongPaoTine),</strong></p>
<blockquote><p>Salam semangat bertempur mencari cinta, jangan pernah kecewa jika tak menjanjikan, masih ada yang lain. Tuluskan niat dalam “beraksi”…hahaha</p></blockquote>
<p>Salam hangat penuh cinta, <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>August Shines,</p>
<p>Source: <a title="Jika angpao ditambah coklat, gimana rasanya?" href="http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/jika-angpao-ditambah-coklat-bagaimana-rasanya/" target="_blank">http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/jika-angpao-ditambah-coklat-bagaimana-rasanya/</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://dinivian.wordpress.com/category/harian-itu/'>Harian Itu</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/category/reflection/'>Reflection</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/category/words-of-love/'>Words of Love</a> Tagged: <a href='http://dinivian.wordpress.com/tag/cinta/'>Cinta</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/tag/gong-xi-fa-cai/'>Gong Xi Fa Cai</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/tag/valentine-2010/'>Valentine 2010</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dinivian.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dinivian.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dinivian.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dinivian.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dinivian.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dinivian.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dinivian.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dinivian.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dinivian.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dinivian.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dinivian.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dinivian.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dinivian.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dinivian.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=293&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/jika-angpao-ditambah-coklat-bagaimana-rasanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dinivian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm5.static.flickr.com/4044/4355721545_674e30c347_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">src: munsonschocolates.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2777/4357480621_6276aa707f_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">src: http://www.patagoniagifts.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm5.static.flickr.com/4047/4355721535_ee68b2908a_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">src: http://asmaracinta.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa harapanku ketika imlek datang?</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/apa-harapanku-ketika-imlek-datang/</link>
		<comments>http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/apa-harapanku-ketika-imlek-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 13:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinivian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gado-gado]]></category>
		<category><![CDATA[Harian Itu]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Gong Xi Fa Cai]]></category>
		<category><![CDATA[Happy Chinese New Year]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Tiger's Year]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinivian.wordpress.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Chat spontan beberapa waktu lalu dengan rekan kerja: Colleague: ikutan imlek jg ya Colleague: hehe Colleague: klo gw mah ga ikutan imlek Me: Colleague: ;-D Me: Hahaha&#8230;. Me: spirit imlek susah wa ilangen seh&#8230;. Me: ada sesuatu&#8230; Me: walo jarang balek&#8230; Me: hahahaha&#8230; Me: Colleague: seh Colleague: apa tuh sswtu nya Colleague: lu bkn org [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=288&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Chat spontan beberapa waktu lalu dengan rekan kerja:</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 181px"><a href="http://farm5.static.flickr.com/4042/4356394804_c65a3cd17d_o.jpg"><img class="   " title="src: radiokitai.com" src="http://farm5.static.flickr.com/4042/4356394804_c65a3cd17d_o.jpg" alt="Tiger's Year" width="171" height="174" /></a><p class="wp-caption-text">Tiger&#039;s Year</p></div>
<p style="padding-left:30px;">Colleague: ikutan imlek jg ya<br />
Colleague: hehe<br />
Colleague: klo gw mah ga ikutan imlek<br />
Me:<br />
Colleague: ;-D<br />
Me: Hahaha&#8230;.<br />
Me: spirit imlek susah wa ilangen seh&#8230;.<br />
Me: ada sesuatu&#8230;<br />
Me: walo jarang balek&#8230;<br />
Me: hahahaha&#8230;<br />
Me: <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Colleague: seh<br />
Colleague: apa tuh sswtu nya<span id="more-288"></span><br />
Colleague: lu bkn org medan yah<br />
Me: maksudnya&#8230;..%0AHmm&#8230;gimana yah&#8230;%0Afeels-nya itu lho&#8230;..%0Akata orang A Mild&#8230;%0ATaste-nya itu lho&#8230;<br />
Me: wkwkwkkw<br />
Colleague: hahha<br />
Colleague: iya seh<br />
Colleague: wa buddhist<br />
Colleague: 101%25<br />
Me: 1 persen lebihnya?&#8230;<br />
Me: Budhist?&#8230; napo ndak ikutan imlek garl?&#8230;<br />
Colleague: 1 persennya itu utk meyakinkan lu klo wa buddhist<br />
Colleague: hahaha<br />
Colleague: imlek itu bkn tradisi buddhist<br />
Colleague: imlek tradisi org chinese<br />
Colleague: huahahhaa<br />
Me: KTP yah?&#8230;<br />
Colleague: wa ikut lah<br />
Colleague: tapi ga heboh2 kali lahh<br />
Colleague: nga tuh<br />
Colleague: wa beneren buddhist<br />
Colleague: ga bisa diganggu gugat lagi<br />
Colleague: wakakka<br />
Me: masa sechhh??.. =))<br />
Me: Pengaruh vihhara yah?&#8230;%0APemahaman akan ajaran?..<br />
Me: =))<br />
Colleague: yg bener..pemahaman akan ajaran<br />
Colleague: kebenaran itu<br />
Colleague: i found it in buddhism<br />
Colleague: ;-D<br />
Me: tapi HAL itu &#8220;tidak hanya&#8221; di Buddhism-kan?&#8230;<br />
Me: <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Colleague: ic.. tidak hanya di buddhism</p>
<p>Chatting sekilas dengan salah seorang rekan kerja di kantor beberapa waktu lalu mengundang pertanyaan dalam hatiku pada muara bagaimana saya memaknai imlek itu sendiri dan ujung-ujungnya yah tulisan ini…hehehe.: D .</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 294px"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2668/4355648825_b1bb00f7e4_o.jpg"><img class="  " title="src : http://itsmelove.exteen.com" src="http://farm3.static.flickr.com/2668/4355648825_b1bb00f7e4_o.jpg" alt="src : http://itsmelove.exteen.com" width="284" height="189" /></a><p class="wp-caption-text">Happy Chinese New Year</p></div>
<p>Imlek dalam tradisi orang tionghua tidak lepas dari harapan penuh berkah dan kemajuan rejeki, usaha dan sebagainya. Kita sering menemukan kata “Gong Xi Fa Cai, Xin Ni Huat Cai” (<em>in hokkian dialect</em>), simpelnya yang berarti kebahagiaan dan kemakmuran. Kata <em>wealth</em> dan <em>prosperity</em> selalu menjadi andalan utama ketika bertemu sapa dengan siapa saja kita bertemu.</p>
<p>Baru sekitar sejam lalu selesai ikut sembahyang di rumah kost, hehehe, maklum tidak pulang, jadi ikut imlek kana ma bonyok kost…hahaha. (<em>Ssstttt….bukan durhaka yeee: p, tapi karena memang sikon gak memungkinkan – no holiday, naseb bookkkk, laen lage kalo waktu kuliah, bebas…hehehe.: D</em>), ni senin dah masuk, maybe kantor sepi, kabar senin <em>accounting</em> libur semua. Kok cuman kita yang masuk…hikss… gak apalah, daripada dikost tepuk nyamuk. Pemilik kost orang Teochew, jadi paling sedikit berbeda aja dengan cara sembahyang orang Hokkian, hehehe, maklumlah ini <em>1<sup>st</sup> experience for me</em> di tempat perantauan baru.: ). Mulainya jam 04.00 WIB, tidak mulai jam 00.00WIB, karena udah pada teller semua, jadi<em> </em>pindah ke jam 04.00WIB.</p>
<p>Hmm…perayaan imlek emank sudah bawaan orok ku…hihihi sejak kecil. Satu hal yang sangat saya sukai adalah spiritnya. Waduh, kok sekarang perasaan kamar tambah mengepul, asap dupa senang sekali berkeliaran dikamarku, pedih neh mata…hiksss… (tapi masih bisa liat layar LCD kok buat ngetik tulisan ini…: ) ). Yeah, walau gak sekental dulu, saya amat menyukai suasananya, keceriaannya, belum lagi kalo lagu imlek didendangkan, lengkap deh…hehehe.</p>
<p>Lalu, apa hubungan saya <em>copy-paste</em> chat di atas dengan artikel ini? Saya pribadi setuju dengan rekan kerja, memang imlek bukan tradisi budhist. Namun bagi saya, apapun perayaan itu, sejauh ia bermakna dalam ‘pemaknaan saya’, maka saya akan tetap menjalankan dan mengenangnya.: ) Setiap <em>event</em> apapun itu, jika ia membawa makna positif bagi setiap diri dan insan, bukankah baik untuk kita lakukan? Karena kalo anda tanya, saya agama apa? Saya akan menjawab, saya pribadi tidak punya agama. Yang adalah keyakinan “<strong><em>bodhi”</em></strong> di dalam diri untuk melawan <em>ke-aku-an</em>.</p>
<p>Apa yang kamu cari (orang tionghua yang merayakannya) saat imlek tiba? Doa penuh berkah, keselamatan, dan harapan di tahun baru? Masalah besar menjadi masalah kecil, masalah kecil menjadi tidak ada masalah? Ada lagi yang lain? Secara garis besar, yang ini pasti tidak pernah lepas? Tepatkah kita berdoa seperti itu? Menurut saya, tepat, tidak ada salahnya. Namun, bagaimana jika doa-nya saya isi dengan mohon petunjuk dalam membuka jalan hidup, jalan kearifan dan kebijaksanaan, kesabaran di dalam meniti setiap detik hidup, penuh syukur untuk saya tempuh dan keteguhan jiwa diri menggapai impian? Kemudian, apakah doa seperti ini <strong>hanya</strong> saya lakukan saat imlek?</p>
<p>Bagaimana menurut anda?</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 243px"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2777/4357480617_05289f18e9_o.jpg"><img class="     " title="src: http://www.isabelline.net" src="http://farm3.static.flickr.com/2777/4357480617_05289f18e9_o.jpg" alt="src: http://www.isabelline.net" width="233" height="155" /></a><p class="wp-caption-text">Xi Wang / Hopes</p></div>
<p>Memohon Chai Shen Ye (Dewa Keberuntungan) saat menyambut imlek? Menurut pribadi saya, benar juga.: ) . Tapi, bagaimana jika <strong>setiap</strong> saya akan tidur dan bangun pagi saya memohon kekuatan-Nya untuk mengakhiri hari dengan rasa syukur dan memulai hari dengan semangat “saya bisa”.</p>
<p>Saya mengajak rekan-rekan yang membaca untuk mencoba menganalisa setiap pertanyaan yang saya lontarkan, dan bagaimana anda sendiri melihat-nya? Hidup sebagai insan manusia tidak ubahnya seperti <strong>pilihan</strong> untuk mengasah sebuah batangan besi karatan (bukan emas lho, tar dibilang mikir duit logam lagi kek yang dibawa dewa keberuntungan, hehehe). Sukses? Karir, dll? Pilihan untuk mengasah diri, pada ujung-ujungnya tidak akan lepas dari sebuah hal yang paling hakiki, yakni niat yang teguh untuk menjalani (do it!). Doa yang membara dan penuh harapan tanpa niat yang teguh sama seperti balok es yang dikeluarkan dari lemari es. Cair begitu saja, dan pada akhirnya tak bersisa, menguap dan hilang…: ) . Bagi sebagian budhist, ketika berdoa dengan bersujud dalam setiap ketukan, tak ubahnya memohon kekuatan agar kita kuat dan teguh. Itulah…kekuatan yang bekerja dalam doa. Sukses? Apa definisi dan parameter sukses? Materi? Benarkah? Anda yakin? Benar neh yakin dengan jawaban itu?: D . Jika sikapku hari ini lebih baik dari hari kemaren, apakah itu berarti sukses? Dan bagaimana jika itu tumbuh dari hari ke hari. Hari ini lebih baik dari hari kemaren, kemudian diakumulasikan. Bayangkan seperti kita menaiki tangga, tapi tangga yang satu ini adalah tangga imajinatif. Seberapa tinggi tangga itu menunjukkan seberapa besar kapasitas diri anda.</p>
<p>Ketika imlek datang, bertambah juga <em>kesempatanku</em> untuk melewati suatu masa (Kalo di dataran Tiongkok kita mengenal musim semi). Kesempatan diri ini untuk mampu menarik nafas dan menikmati indahnya bunga yang tumbuh dimusim ini (Chun Tian). Kesempatan itu membuat diri bersyukur dan merasa bahagia(Kuai Le) dan terus berharap agar kesempatan itu diberikan lebih panjang, panjang, dan panjang lagi (Fa Cai).</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;">Gong Xi Fa Cai 2561…</p>
<p style="text-align:center;">Xin Nian Kuai Le</p>
<p style="text-align:center;">Wan Shi Ru Yi</p>
</blockquote>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 375px"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2573/4356395212_3889714085_o.gif"><img class=" " title="src : http://www.masterclickcom.com" src="http://farm3.static.flickr.com/2573/4356395212_3889714085_o.gif" alt="src : http://www.masterclickcom.com" width="365" height="242" /></a><p class="wp-caption-text">Gong Xi Fa Cai</p></div>
<p>Sebelumnya, saya punya Quote spesial untuk rekan semua:</p>
<p style="text-align:center;"><em>“<strong>Mujizat datang ketika kita berusaha dan perubahan terjadi ketika kita bertindak</strong>”</em>.</p>
<p>Dan terakhir, sekali lagi saya mengucapkan:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Happy Chinese New Year, Wish You A Wise New Year to reach your dreams.</strong></p>
<p>Source: <a title="Apa harapanku ketika imlek datang" href="http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/apa-harapanku-ketika-imlek-datang/" target="_blank">http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/apa-harapanku-ketika-imlek-datang/</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://dinivian.wordpress.com/category/gado-gado/'>Gado-gado</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/category/harian-itu/'>Harian Itu</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/category/reflection/'>Reflection</a> Tagged: <a href='http://dinivian.wordpress.com/tag/gong-xi-fa-cai/'>Gong Xi Fa Cai</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/tag/happy-chinese-new-year/'>Happy Chinese New Year</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/tag/imlek/'>Imlek</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/tag/tigers-year/'>Tiger's Year</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dinivian.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dinivian.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dinivian.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dinivian.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dinivian.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dinivian.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dinivian.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dinivian.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dinivian.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dinivian.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dinivian.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dinivian.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dinivian.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dinivian.wordpress.com/288/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=288&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinivian.wordpress.com/2010/02/14/apa-harapanku-ketika-imlek-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dinivian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm5.static.flickr.com/4042/4356394804_c65a3cd17d_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">src: radiokitai.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2668/4355648825_b1bb00f7e4_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">src : http://itsmelove.exteen.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2777/4357480617_05289f18e9_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">src: http://www.isabelline.net</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2573/4356395212_3889714085_o.gif" medium="image">
			<media:title type="html">src : http://www.masterclickcom.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAP lunch gathering</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com/2010/01/29/sap-lunch-gathering/</link>
		<comments>http://dinivian.wordpress.com/2010/01/29/sap-lunch-gathering/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 18:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinivian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gado-gado]]></category>
		<category><![CDATA[Harian Itu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinivian.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Karena kesibukan yang ‘tak jelas’ selama di HO, maka apapun isi blog juga terbengkalai semua. Beberapa tulisan gado-gado yang hendak kutuangkan pun gak jelas tak karuan. Hahaha, maklum entah apa yang kusibukan, jika dijelaskan sekarang juga lupa jadinya. Berhubung dinas gak banyak kerjaan, gak ada jaringan, gak bisa nge-net juga, maklum pulsa lagi sekarat, mo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=281&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena kesibukan yang ‘tak jelas’ selama di HO, maka apapun isi blog juga terbengkalai semua. Beberapa tulisan gado-gado yang hendak kutuangkan pun gak jelas tak karuan. Hahaha, maklum entah apa yang kusibukan, jika dijelaskan sekarang juga lupa jadinya. Berhubung dinas gak banyak kerjaan, gak ada jaringan, gak bisa nge-net juga, maklum pulsa lagi sekarat, mo m-Banking, kartu ternyata belum di-upgrade menu-nya. Lengkap deh dunia dan akhirat.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 440px"><a href="http://farm5.static.flickr.com/4038/4343416272_8375ddb4e8_b.jpg"><img title="Gathering pose" src="http://farm5.static.flickr.com/4038/4343416272_8375ddb4e8_b.jpg" alt="Gathering pose" width="430" height="173" /></a><p class="wp-caption-text">Gathering pose</p></div>
<p>Akhir tahun kemaren satu department (SAP) diajak untuk lunch gathering bersama, hal ini dalam rangka menyambut akhir tahun bersama, dan sekedar kumpul bersama, maklumlah, ini department yang paling susah kalo mo diajak kumpul bersama. <span id="more-281"></span>Tiap bulan pasti ada aja personel hilang antah berantah kemana dinasnya, jadi jarang untuk bisa lengkap. Begitu juga saat acara singkat lunch gathering ini, sebagian personel masih di Negri Kincir Angin.<br />
Awalnya juga ragu mo ikut apa tidak, sebab acaranya di Medan Club, kirain gak ada nyediain menu vege, ternyata manager bilang kalo sana ada menu khusus vegetarian bisa dipesan…hehehe… meluncur deh kita semua pada tanggal 29 Desember.</p>
<p>Sesampai disana, meja untuk yang pesan vege memang ada disudut ruangan ternyata, dan begitu juga dengan pilihan menu pesanannya, siap dipilih. Kebetulan waktu itu hanya ada dua orang yang makan vegetarian, saya dan teman saya, dia ternyata lebih lama lho, udah dari SMP malah vege-nya, plok…plok…plok, jauh deh gua, masih arus banyak belajar keknya, hehehe. Hahaha….diluar dugaan gue, menu vege ternyata udah tersusun rapi, mulai dari hidangan pembuka, soup, menu inti sampai dengan penutup es krim. Mantap deh…hahaha…</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 213px"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2753/4343416260_cf5c86f284_o.png"><img title="Starter dish" src="http://farm3.static.flickr.com/2753/4343416260_cf5c86f284_o.png" alt="Starter dish" width="203" height="173" /></a><p class="wp-caption-text">Starter dish</p></div>
<p>Kalo teman-teman yang non-vege, mereka mengambil di perasmanan, maklum lah banyak orangnya, jadi pakai perasmanan. Beberapa gemas liat menu vegeku, hehehe “Makan veggie ajah ah biar lengkap hidangannya…”, tukas rekanku yang rada gokil… hahaha…dasar… Mo aja loe…karena ada eskrimnya kan?&#8230; hehehe.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Nah…hidangannya:</p>
<p>Hidangan pembuka, rasanya rada kecut-kecut, wew, hampir semua nama menunya dah lupa, <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  , maklum…dah jadi tittttttt…makanya lupa…hahaha.<br />
Kalo diliat makanan ala bule seh, hmmm…kalo dipikir pengen lagi… (palage ne lage laper neh)</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 263px"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2759/4343416262_63abcf79fc_o.png"><img title="Main menu" src="http://farm3.static.flickr.com/2759/4343416262_63abcf79fc_o.png" alt="Main menu" width="253" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Main menu</p></div>
<p>Then lanjut ke soup, soupnya lupa diambil, udah terlanjur kuhajar… hihihi… yummy!…<br />
Cuman tinggal mangkuk, makanya ndak ta’ ambil. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Lanjut ke menu inti, nah dimenu inti nih yang bikin perut eike pules. Gak</p>
<p>terbiasa ama style menunya. Huh!, karena porsinya itu dua bagian, cuman abis 1 ½ saja, jadi sebagian biarin (daripada ntar keluar lagi dari mulut, hahaha).<br />
Banyak mayones dan sayurnya…wuihhh…asli kalo satu ini, dijamin sehat kalo tiap ari makan, (pules karena kekenyangan sikat roti di awal)…hahaha.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 237px"><a href="http://farm5.static.flickr.com/4013/4343416270_9545756efb_o.png"><img title="Main menu" src="http://farm5.static.flickr.com/4013/4343416270_9545756efb_o.png" alt="Main menu" width="227" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">Main menu</p></div>
<p>Hmmm…sebenarnya mungkin aku salah pesan, dapatnya yang banyak sayurnya…hiks… walo ujung-ujungnya ndak sempat kuhabisin, (abis dari awal sikat cake dibelakang dulu, ampir kenyang she, kiraen ndak dapat makan nase, hehehe).<br />
Kalo liat punya teman satu ini emank mantep keknya, dia bilang enak kok. Huh!, bikin gue ngiler ajah, walo sebenarnya gue ndak laper… hehehe dasar (rumput tetangga lebih ijo yah?)&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Kirain dah abis menunya…ehhh…dibilang pula ada penutupnya es krim (khusus yang pesan vegetarian), Wuhui!, (rada congok seh, walo perutku udah amper penuh, tapi Karena es krim, hajar saja… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 223px"><a href="http://farm5.static.flickr.com/4040/4343416268_919f920f64_o.png"><img title="Dessert" src="http://farm5.static.flickr.com/4040/4343416268_919f920f64_o.png" alt="Dessert" width="213" height="176" /></a><p class="wp-caption-text">Dessert</p></div>
<p>Deputi manager said, “Kalo ndak mampu, sini kita bantu”, hehehe. Ndaklah ko, masih mampu kok… hahaha…lanjuttt!</p>
<p>Selesai makan…rasanya sulit daku untuk duduk…jalan-jalan sek while waiting for manager ‘gave a few words’.</p>
<p>Akhir acara dilanjutkan dengan foto bersama seluruh team under SAP Department (ada bolong beberapa orang).hahaha…</p>
<p>West Borneo, 29 January 2010</p>
<p>Dinivian Dondi</p>
<p>Source: <a title="SAP lunch gathering" href="http://dinivian.wordpress.com/2010/01/29/sap-lunch-gathering/" target="_blank">http://dinivian.wordpress.com/2010/01/29/sap-lunch-gathering/</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://dinivian.wordpress.com/category/gado-gado/'>Gado-gado</a>, <a href='http://dinivian.wordpress.com/category/harian-itu/'>Harian Itu</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dinivian.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dinivian.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dinivian.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dinivian.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dinivian.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dinivian.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dinivian.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dinivian.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dinivian.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dinivian.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dinivian.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dinivian.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dinivian.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dinivian.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=281&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinivian.wordpress.com/2010/01/29/sap-lunch-gathering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dinivian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm5.static.flickr.com/4038/4343416272_8375ddb4e8_b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gathering pose</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2753/4343416260_cf5c86f284_o.png" medium="image">
			<media:title type="html">Starter dish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2759/4343416262_63abcf79fc_o.png" medium="image">
			<media:title type="html">Main menu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm5.static.flickr.com/4013/4343416270_9545756efb_o.png" medium="image">
			<media:title type="html">Main menu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm5.static.flickr.com/4040/4343416268_919f920f64_o.png" medium="image">
			<media:title type="html">Dessert</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan itu pilihan &#8211; Bagian 2</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com/2009/07/18/jalan-itu-pilihan-bagian-2/</link>
		<comments>http://dinivian.wordpress.com/2009/07/18/jalan-itu-pilihan-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 01:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinivian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Goresan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinivian.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah paradigma lama yang memandang bagaimana seekor babi dan sejenisnya adalah diciptakan sebagai makanan bagi kita. Dan itu telah tertanam terus-menerus menjadi sebuah tradisi ditambah ketidakpernah puasan sejengkal lidah untuk terus mencicipi. Saya tidak akan membahas panjang lebar soal itu dari berbagai sudut pandang dengan seribu satu macam alasannya. Saya hanya akan menulis melalui alunan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=227&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah paradigma lama yang memandang bagaimana seekor babi dan sejenisnya adalah diciptakan sebagai makanan bagi kita. Dan itu telah tertanam terus-menerus menjadi sebuah tradisi ditambah ketidakpernah puasan sejengkal lidah untuk terus mencicipi.</p>
<div id="attachment_243" class="wp-caption alignright" style="width: 220px"><a href="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/helplessness.jpg"><img class="size-medium wp-image-243" title="Pic taken from www.sxc.hu" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/helplessness.jpg?w=210&#038;h=158" alt="Helplessness" width="210" height="158" /></a><p class="wp-caption-text">Helplessness</p></div>
<p>Saya tidak akan membahas panjang lebar soal itu dari berbagai sudut pandang dengan seribu satu macam alasannya. Saya hanya akan menulis melalui alunan, irama, dan intuisi kehidupan yang pernah saya lalui. Terlalu jauh untukku membahas itu, dan mungkin barangkali saya tidak punya kapasitas untuk membahas itu semua.</p>
<p>Sebuah kesimpulan terbesar yang akhirnya semakin jelas dari riak-riak air yang selamanya ini keruh begitu saja. Panggilan hati, kata “tak kuasa” melihat itu semua, dan bagaimana rasanya jika saya <span id="more-227"></span>adalah seekor babi?&#8230; Saya tidak siap!. Sungguh saya tidak siap. Sungguh menyakitkan…dan menderita.</p>
<p><em>Dear all</em>…itulah alasan dan faktor terbesar yang mempengaruhi pilihanku hingga saat ini. Sebuah kedamaian dan keindahan tersendiri bagiku ketika saya bisa menyanyikan kemuliaan Tuhan bersama dengan mereka. Bagaimana rasanya bermain-main dengan anak babi yang lucu-lucu dan imoet-imoet. Sebuah suasana tanpa jerit tangis dan darah untuk hidup yang sukacita.</p>
<p>Berjalannya waktu, bertambah hal-hal yang berkaitan dengan iman, dan bagaimana lingkungan dan seterusnya. Bagi saya, mungkin itu persentase-persentase lain yang turut mendukung.</p>
<p>Saya hal yang jelas, dalam setiap pilihan (hati) itu, saya serahkan dalam pengaturannya. Berikan kuasa-Mu bagi hamba untuk menjalani ini semua. Tidak banyak yang bisa kuharapkan memang. Hanya doa yang terus bisa dihaturkan dalam setiap penantian ini…</p>
<p>Dan sampailah saya pada detik dimana saya memasuki sebuah dunia aseli <em>(kata dagadu… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), jungle, a real world</em>. Jujur…dan memang saya akui…pilihan hidup bervegetarian dalam dunia kerja tidaklah mudah, mayoritas akan kalang kabut dengan hal kecil itu. Masalah kecil tapi kadang cukup merepotkan. Saya sendiri tidak tahu, apakah ini pengaturan Tuhan atas setiap doa-doaku… Hanya berharap setiap jalan adalah petunjuk terbaik dari-Nya. Mencoba untuk bersabar mencari, hingga singgah pada sebuah kota di Sumut, dan masuk pada sebuah perusahaan besar. Tidak terjadi kesulitan yang berarti untuk mencari makan, baik breakfast, lunch maupun dinner. Semua berjalan mulus, <em>environment</em> kerja yang mendukung dan <em>colleagues</em> yang bersahabat.</p>
<p>Hanya sebuah senyum dari hati yang terdalam kepada-Nya ketika saya merenungkan itu semua. Tiada kata-kata yang lebih untuk bisa mengungkapkan itu semua.</p>
<p>Jujur, memang inilah salah satu hal yang menjadi was-was ketika saya menjalani pilihan hidup ini. Ketika saya memasuki a <em>real world</em>, bisakah saya <em>survive</em> dengan baik?.</p>
<div id="attachment_238" class="wp-caption alignright" style="width: 280px"><a href="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/these-way.jpg"><img class="size-medium wp-image-238" title="Pic taken from : www.sxc.hu" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/these-way.jpg?w=270&#038;h=171" alt="Pic taken from : www.sxc.hu" width="270" height="171" /></a><p class="wp-caption-text">These way</p></div>
<p>Eksistensi seseorang yang bervegetarian, bahwa ia bisa beradaptasi dengan baik dimana dan kapan saja.</p>
<p>Dan ternyata sebuah dukungan-Nya…saya terus bisa melangkah dan dimudahkan jalannya. Kepasrahan jiwa yang saya berikan dalam setiap detik untuk melangkah dan berkontak dengan sang pemilik jiwa ini.</p>
<p>Terima kasih Tuhan,<br />
Budha Maitreya…</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Dinivian Dondi,<br />
Palembang, 18 Juli 2009.</p>
<br />Posted in Goresan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dinivian.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dinivian.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dinivian.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dinivian.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dinivian.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dinivian.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dinivian.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dinivian.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dinivian.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dinivian.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dinivian.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dinivian.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dinivian.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dinivian.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=227&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinivian.wordpress.com/2009/07/18/jalan-itu-pilihan-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dinivian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/helplessness.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pic taken from www.sxc.hu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/these-way.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pic taken from : www.sxc.hu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan itu pilihan &#8211; Bagian 1</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com/2009/07/18/jalan-itu-pilihan-bagian-1/</link>
		<comments>http://dinivian.wordpress.com/2009/07/18/jalan-itu-pilihan-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 01:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinivian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Goresan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinivian.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Ketika jalan itu engkau pilih, maka anda harus siap dengan segala konsekuensi dari pilihan itu. Dan setiap benda itu memiliki dua sisi tidak terkecuali pada logam. Bukan sebuah keputusan yang mudah memang, ketika daku memutuskan untuk menjalani hidup meatless. Dan daku tidak pernah membayangkan akan ada hari ini dengan apa yang telah dijalani, waktulah jawaban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=224&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika jalan itu engkau pilih, maka anda harus siap dengan<em> segala konsekuensi dari pilihan itu</em>. Dan setiap benda itu memiliki dua sisi tidak terkecuali pada logam.</p>
<div id="attachment_237" class="wp-caption alignleft" style="width: 129px"><a href="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/jalan-itu-pilihan.jpg"><img class="size-medium wp-image-237" title="Pic taken from www.sxc.hu" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/jalan-itu-pilihan.jpg?w=119&#038;h=158" alt="Pic taken from www.sxc.hu" width="119" height="158" /></a><p class="wp-caption-text">Choice</p></div>
<p>Bukan sebuah keputusan yang mudah memang, ketika daku memutuskan untuk menjalani hidup <em>meatless</em>. Dan daku tidak pernah membayangkan akan ada hari ini dengan apa yang telah dijalani, waktulah jawaban akan semua itu. Proses ukir dan pahat yang tiada henti, sampailah pada sebuah titik dan puncak, daku memilih jalan ini. Per Juni 2004 itulah daku melepas itu semua. Meski sebenarnya hingga saat ini juga belum ikrar, sebuah pilihan yang barang kali tidak main-main untuk dijalani terutama berkaitan dengan persoalan iman. Tidak mudah memang, dan daku belum siap untuk itu. Waktu yang akan menentukannya.</p>
<p>Tantangan pertama tidak lepas ketika bau-bau menyengat di pinggiran warung tambal sekitar Babarsari saat daku akan pergi makan malam. Hari demi hari ujian itu terlewati.</p>
<p>Ada satu hal yang paling <span id="more-224"></span>mendasari pilihanku terlepas dari soal iman dan embel-embelnya, termasuk mungkin saat ini saya lebih mengerti dari sebelumnya tentang karma kehidupan. Diusiaku yang mungkin tergolong kecil, saya sering bermain dengan babi peliharaan dan anak-anak babi yang dibesarkan oleh kami pada waktu luang, biasanya pada waktu sore hari. Mereka telah diberi makan dan dimandikan. Namanya juga babi pedaging, tentu gemuk-gemuk putih dan menggemaskan. Senang sekali bisa mengganggu mereka dan menarik perhatian mereka disaat mereka sedang istirahat (habis makan), baring dan melihat kita lewat didepannya.<br />
Kadang duduk diatas badan babi itu, dan biarkan dia terbangun agar bisa bikin rebut sana-sini. Kadang mereka juga menjerit supaya yang laen bangun. Lucu sekali mereka, walaupun pada waktu itu yang saya tahu mereka hanyalah babi-babi, dan mereka diternak untuk menghasilkan uang.</p>
<div id="attachment_236" class="wp-caption alignright" style="width: 190px"><a href="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/tamworth-pig-small.jpg"><img class="size-medium wp-image-236" title="Pic taken: www.devilgraphic.com" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/tamworth-pig-small.jpg?w=180&#038;h=162" alt="A lovely family" width="180" height="162" /></a><p class="wp-caption-text">A lovely family</p></div>
<p>Hingga saat ini saya masih ingat bagaimana wajah-wajah babi-babi yang sering saya ganggu setiap sorenya ketika saya masih kecil. Kasarnya, saya jadi kan mereka tempat untuk bisa membuat daku tertawa.</p>
<p>Waktu berjalan…dan babi-babi itu pun bertambah besar, dan tibalah pada sebuah waktu-waktu yang banyak dinantikan oleh orang-orang dan bukan terutama untuk babi-babi itu. Itu adalah masa hidup yang sungguh menyedihkan dan harus mereka hadapi.<br />
Mereka sudah besar dan sudah siap untuk dijual dagingnya. Saatnya dimasukkan kedalam kerangkeng rotan yang sudah dirajut sedemikian rupa untuk memasukkan babi ke dalam agar mudah dijagal. Waktu sekitar jam 10-an gitu. Mereka telah ditimbang beratnya, 100kg ataupun lebih. Sebuah pisau belati sepanjang 12 inchi yang diasah mengkilap telah siap menunggu disana. Rasa sedih telah muncul saat mereka akan dimasukkan ke dalam kerangkeng rotan. Bercampur semuanya, sayang dengan seekor makhluk mungil putih, lucu, dan imut bernama babi. Hidupnya akan segera akan diakhiri.</p>
<p>Teman-teman sekalian, apakah saya terlalu meng-hiperbola-kan perasaan dengan seekor babi yang katanya hanyalah seekor babi. Tapi…saya tidak tahu kenapa, saya tidak mampu melihat itu semua. Tidak bisa…dan sungguh tidak bisa… Sebelum pisau belati itu dihunuskan ke leher sang babi…saya akan berlari jauh…sejauh mungkin hingga saya tidak bisa mendengarkan teriakan dan jeritannya ketika digorok. Saya tidak memiliki kekuatan untuk mendengarkan jeritan dan tangisan itu. Sungguh…tidak ada kekuatan itu. Jika ditanya, apakah kamu bukan pria? Saya kira…yang lagi saya hadapi bukan masalah gentleman atau apalah. Tapi sesuatu yang sungguh-sungguh…saya tidak bisa membohongi kata hati saya. Yang ada dalam pikiran saya waktu itu adalah…serasa leher saya yang digorok (ketika sang babi itu digorok). Ngeri sekali, dan saya merasa lemas. Itulah…kenapa saya akan berlari sekian ratus meter hingga saya tidak bisa mendengar jeritan tangisnya sewaktu digorok dan bila perlu akan menutup telinga rapat-rapat seperti orang yang tidak tahu itu semua.</p>
<p>Hal yang sama terjadi ketika bibi sedang memotong ayam untuk dimasak. Saya tidak akan pernah bisa duduk didepan diam-diam menatap ayam tersebut digorok, lompat-lompat dan kemudian mati. Karena rasa yang sama seperti yang saya alami pada saat penjagalan babi. Saya juga pernah memelihara ayam dan sejenisnya. Dan tidak pernah bisa menyantap daging ayam tersebut, jika daging tersebut adalah ayam yang saya jaga dan pelihara dari kecil. Pernah beberapa kali berontak dengan keluarga, ketika ayam kesayangan itu akan dipotong. Dan ternyata ayam tersebut lewat, namun…tentu itu tidak berlangsung lama. Mungkin hanya ayam-ayam tertentu yang bisa <em>survive</em>, sedangkan sebagian tidak.<br />
Abang tertua juga TIDAK akan menyantap daging tersebut, jika ayam itu adalah hasil peliharaan dia. Jadi jika ingin dia menyantap, jangan pernah memberitahu dia bahwa itu adalah ayam yang dibesarkannya.</p>
<p>Kejadian diatas adalah proses dan pengalaman nyata yang saya alami. Pernah melihat dengan jelas didepan mata tanpa alat Bantu apapun (<em>film or any else</em>), bagaimana seekor babi itu digorok, ayam digorok. Melompat-lompat lalu mati. Bukan juga hasil dokumentasi yang pada saat berada dipulau Jawa saya meng-<em>ekplore</em> lebih jauh. Tapi adalah realita nyata yang pernah dialami.</p>
<p>Memang…waktu itu masih terus mengkonsumsi…karena ketidak-&#8221;mengertian&#8221; itulah…saya terus menjalaninya…tanpa ada sebuah kesempatan atau proses yang bisa saya lakukan untuk mengolah informasi itu. Yang saya tahu waktu itu (dan paradigma yang telah mengakar), hewan itu ada untuk dimakan dan kita kuasai. Kita berhak untuk itu.</p>
<div id="attachment_246" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/a-small-family.jpg"><img class="size-medium wp-image-246" title="Pic taken from www.sxc.hu" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/a-small-family.jpg?w=180&#038;h=151" alt="a small family" width="180" height="151" /></a><p class="wp-caption-text">How beautiful life is</p></div>
<p>Tapi…saya lupa akan sesuatu…lupa akan sebuah panggilan yang paling mendasar yang muncul dalam hati saya saat itu. Ketika saya tiada kuasa untuk melihat bagaimana sebenarnya mereka berontak untuk bisa <em>survive</em>, mereka punya keinginan yang sama seperti saya… “ingin hidup”…</p>
<p>Dan sampailah saya sampai pada sebuah tempat peraduan, dimana saya melanjutkan pendidikan tinggi saya. Sebuah kota pelajar yang terkenal, tempat bagi saya untuk mengolah diri dan bertanya kepada diri sendiri dan hati…apa yang menjadi pilihan dan keinginan saya selama ini. Belajar untuk melihat dan mengolah setiap informasi yang selama ini saya serap dan terima, baik yang telah menjadi paradigma maupun yang akan saya lewati kedepannya. Sungguh…sebuah proses yang sejujurnya…hingga detik ini saya menekan tuts papan ketik ini, saya tidak akan pernah bisa melupakannya.</p>
<p>Dinivian Dondi,<br />
Palembang, 18 Juli 2009.</p>
<br />Posted in Goresan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dinivian.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dinivian.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dinivian.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dinivian.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dinivian.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dinivian.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dinivian.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dinivian.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dinivian.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dinivian.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dinivian.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dinivian.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dinivian.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dinivian.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=224&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinivian.wordpress.com/2009/07/18/jalan-itu-pilihan-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dinivian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/jalan-itu-pilihan.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Pic taken from www.sxc.hu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/tamworth-pig-small.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pic taken: www.devilgraphic.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/a-small-family.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pic taken from www.sxc.hu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata-kata mungkin tidak mampu mengungkap itu semua</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com/2009/07/10/kata-kata-mungkin-tidak-mampu-mengungkap-itu-semua/</link>
		<comments>http://dinivian.wordpress.com/2009/07/10/kata-kata-mungkin-tidak-mampu-mengungkap-itu-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 01:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinivian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Words of Love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinivian.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu daku duduk terpana Menatap sang dewi dengan penuh tanya Dimana itu rasa Seperti hujan yang datang menyapa Bukan kegengsian mengisi diri Tapi hanya serpihan kecil yang terus menanti Kadang tak ada jawaban yang pasti Yang mungkin bisa mencelakai diri Mentari tidak pernah berhenti menyinari Kerikil-kerikilan berlari kesana kemari Bertanya kepada sang gembala hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=220&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;">Malam itu daku duduk terpana<br />
Menatap sang dewi dengan penuh tanya<br />
Dimana itu rasa<br />
Seperti hujan yang datang menyapa</p>
<p style="text-align:right;">Bukan kegengsian mengisi diri<br />
Tapi hanya serpihan kecil yang terus menanti<br />
Kadang tak ada jawaban yang pasti<br />
Yang mungkin bisa mencelakai diri</p>
<p style="text-align:right;">Mentari tidak pernah berhenti menyinari<br />
Kerikil-kerikilan berlari kesana kemari<br />
Bertanya kepada sang gembala hati<br />
Mampukah engkau menapaki</p>
<div id="attachment_250" class="wp-caption alignleft" style="width: 185px"><a href="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/my-flower.jpg"><img class="size-medium wp-image-250" title="Pic taken from www.sxc.hu" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/my-flower.jpg?w=175&#038;h=180" alt="my flower..." width="175" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">my flower...</p></div>
<p style="text-align:right;">Bulan cerah menampakkan diri<br />
Walau kadang mendung tiada pasti<br />
Ketika ribuan mil harus dilalui<br />
Hanya kata tegar untuk diri ini</p>
<p style="text-align:right;">Bulanku…<br />
Kuatkan tali rentang itu<br />
Berilah ruang untukku dan dirimu<br />
Untuk mengisi nafas itu…<br />
Menampakkan bayangan<br />
Dan jiwaku</p>
<p style="text-align:right;">Bulanku…<br />
Dari relung hatiku<br />
Kuingin kau tahu<br />
Kalau aku selalu cinta padamu
</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p>Dinivian Dondi,<br />
Palembang, 10 Juli 2009</p>
<br />Posted in Words of Love  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dinivian.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dinivian.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dinivian.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dinivian.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dinivian.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dinivian.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dinivian.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dinivian.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dinivian.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dinivian.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dinivian.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dinivian.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dinivian.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dinivian.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=220&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinivian.wordpress.com/2009/07/10/kata-kata-mungkin-tidak-mampu-mengungkap-itu-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dinivian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/07/my-flower.jpg?w=292" medium="image">
			<media:title type="html">Pic taken from www.sxc.hu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Vegetarian tidak bikin kamu pergi ke surga</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com/2009/06/16/vegetarian-tidak-bikin-kamu-pergi-ke-surga/</link>
		<comments>http://dinivian.wordpress.com/2009/06/16/vegetarian-tidak-bikin-kamu-pergi-ke-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 02:33:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinivian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Goresan]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinivian.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang aneh dengan judul artikel ini?&#8230;.hahaha…tenang dulu guys, jangan cepat mengambil kesimpulan untuk ini semua. Let’s trace it! “Vegetarian tidak bikin kamu pergi ke surga”, tukas seorang rekan kerjaku. Tersentak disaat dia mengucapkan, saya kira dia hendak melemparkan bola panas. Tapi ternyata itu adalah obrolan spontannya dengan rekan di depan mejanya. Kata-kata tersebut terus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=217&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang aneh dengan judul artikel ini?&#8230;.hahaha…tenang dulu <em>guys</em>, jangan cepat mengambil kesimpulan untuk ini semua. <em>Let’s trace it!</em></p>
<p>“<em>Vegetarian tidak bikin kamu pergi ke surga</em>”, tukas seorang rekan kerjaku. Tersentak disaat dia mengucapkan, saya kira dia hendak melemparkan bola panas.</p>
<div id="attachment_249" class="wp-caption alignright" style="width: 220px"><a href="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/06/do-for-better-changes.jpg"><img class="size-medium wp-image-249" title="Pic taken from www.sxc.hu" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/06/do-for-better-changes.jpg?w=210&#038;h=151" alt="do for better changes" width="210" height="151" /></a><p class="wp-caption-text">do &quot;better&quot; for the better changes</p></div>
<p>Tapi ternyata itu adalah obrolan spontannya dengan rekan di depan mejanya. Kata-kata tersebut terus terngiang dalam ingatan dan memanggil memori lamaku beberapa waktu lalu, ketika banyak sekali goresan yang hendak kubagikan. Tersimpan begitu saja di salah satu sudut ruang yang mungkin saja akan meledak begitu saja jika tidak terjaga dengan baik.</p>
<p>Tidak bermaksud mengkritisi maupun menggurui tapi, berharap menjadi sebuah cenderamata yang bisa dibagikan buat siapa saja. Ketika sebuah pilihan untuk memasuki sebuah pola hidup yang kurasakan, banyak pertanyaan yang coba kulontarkan akan setiap <em>option</em> yang saya pilih itu. Apa yang saya cari, misteri-misteri hidup <span id="more-217"></span>yang kadang tersimpan begitu rapi untuk saya korek, begitu banyak <em>puzzle-puzzle</em> timbul tiada henti terus mengalir. Bertanya kepada diri tanpa unsur emosi adalah bekal untuk mencari jawaban kepada sang hati.</p>
<p>Ketika ditempat ibadah kita diajarkan bagaimana bersikap dan bertutur, serta sebuah pilihan yang indah untuk memulai hidup melepaskan cengkeraman kemelekatan lidah atas pengorbanan darah itulah sebuah kesempatan babak baru untuk dimulai (ex. <em>vegetarian</em>). Sebuah pilihan untuk dapat <em>exists</em> tanpa ada yang mengorbankan yang lain, <em><strong>pilihan untuk ter</strong></em><strong><em>tawa tanpa HARUS ada yang menangis.</em></strong> Kebersamaan untuk bisa berbagi walau berbeda wujud dan rupa. Sungguh sebuah pilihan yang indah, TAPI sekali lagi pilihan itu memang tidak mudah.</p>
<p><em>Travelling</em> beberapa waktu lalu menimbulkan KEMBALI banyak pertanyaan yang sebelumnya pernah menyelimuti keraguan akan setiap pilihanku, dan apa yang saya jalankan. Sempat ragu, apakah memang itu akan membawa perubahan yang lebih baik untuk diriku dan jiwaku yang haus untuk berkontak dengan-Nya. Sulit memang untuk menemukan jawaban itu. Pemandangan yang menyesakkan selalu saja menjadi batu krikil untuk melangkah. Tidak bisa dipungkiri, apa yang kita lihat sangat mempengaruhi apa yang akan kita jalani, ditambah lagi ibarat sebuah pohon muda yang sedang mencari arah kemana ia tumbuh dan mengokohkan akar-nya. Bekal untuk bisa tumbuh dan bertahan ketika ada terpaan badai datang.</p>
<p>Misi mengajarkan kita untuk lepas dari ikatan daging, membawa dunia kepada satu keluarga, bukanlah sebuah celoteh belaka, tapi sebuah <em>pilihan indah untuk kita</em>. Mengapa saya katakan sebuah pilihan?. Karena kata pilihan itulah, saya katakan misi itu tidak mudah?. Kita sangat mudah sekali untuk mengucapkan, terlebih saat berada dilingkup satu “ras” ato lebih jelasnya tempat ibadah!, tapi cacatnya kecakapan kita untuk merealisasikan di LUAR ruang lingkup itulah masalahnya. Kita sangat mengerti dan bahkan tahu bahwa misi itu sangat indah. Tapi kita jarang berkaca kepada hati kita. Dan pada akhirnya yang “mengerti” hanyalah mulut kita, bukan pada komponen yang lebih penting yakni hati itu sendiri.<br />
Kita sangat mudah berceloteh ini baik, mulia, dan segala macam embel-embel-nya. Tidak sadar akan teori itu ketika kita dalam keluarga, saudara, maupun teman. Lupa pada bagaimana kita berhadapan dengan suami, isteri, anak, ponakan, saudara, mertua, menantu, rekan kerja, dan lingkungan.<br />
Satu-satunya cara untuk mengajak adalah dengan memberi contoh dan teladan. Hanya itu kuncinya, bukan dengan jualan koyok disana sini. Sama seperti pemilu, mereka butuh realisasi dan bukan janji.<br />
Sudah menjadi tugas kita untuk melakukan hal “lebih”, dan itu tidak bisa dipungkiri. Iya, memang, kita juga manusia dan bukan dewa ataupun malaikat, tapi sebuah <em>duty</em> yang mau atau tidak kita HARUS lakukan. JIKA, ingat…jika dan hanya kita tidak ingin menjadikan hal itu semacam jualan koyok belaka, dan mewujudkannya menjadi sebuah misi yang kita imani untuk hidup ini.</p>
<p><em>Pattern </em>masyarakat telah tertanam sejak lama, mungkin ada hal-hal yang bertentangan dengan pilihan kita. Tanggung jawab kitalah untuk meyakinkan itu semua BAIK dan BENAR. Tidak hanya soal keyakinan dan alasan apapun yang kita bawa untuk bervegetarian, <strong>TETAPI</strong> sebuah tanggung jawab moral lebih bagi kita untuk merangkul mereka semua. Ini lho&#8230;baik dan benar. Dan dengan begitu&#8230;misi yang kita impikan tidak akan menjadi impian selamanya. Tapi benar hari itu akan ada, dan juga kita yakin dengan pilihan jalan itu</p>
<p>Penulis bukanlah orang yang telah mampu menjalani itu semua, tapi ini adalah sebuah wujud keprihatinan melihat realita yang terjadi. Meski tidak mayoritas terjadi, namun cukup mengusik. Dan tentu tidak ada salahnya kita belajar untuk mengikir itu semua. Mengikir semua daki-daki kotor yang patut untuk dibuang dan dilepas jauh-jauh.<br />
Ingat sekali lagi, memang kita bukan dewa atau malaikat, tapi kita memiliki sesuatu yang disebut niat dan itikad untuk membawa perubahan yang lebih baik. Dan pilihan untuk merubah dan melakukannya ada ditangan kita.</p>
<p>Sebuah pesan singkat…moga bisa menjadi refleksi bagi siapa saja…</p>
<p>“<em>Look after yourself Don… Don’t ever stop to question thyself what is really matter we should achieve in this life. That would help you to know when to to flow whenever we path across difficulties in this life. Learn to deal with everything, happiness or miserable. Zoom them as a gift of life thereafter we can step easily, wisely on each moment. Get used khou-shou, this is our only way to keep contact with ourselves.<br />
Take care stay healthy and take a good nap everynite may Maitreya lead u how to be the wisdom one…</em>”</p>
<p style="text-align:right;">(30-Apr-2009 – 08:21:07) 57368.<br />
(By a friend before I left a lovely land in Java).</p>
<p><em>We are dynamic!. And listen to your heart&#8230;</em><br />
“Janganlah telinga/ bibir yang mencapai tingkat pencerahan”.</p>
<p>Dinivian Dondi.<br />
Medan, 16 Juni 2009.</p>
<br />Posted in Goresan, Reflection  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dinivian.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dinivian.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dinivian.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dinivian.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dinivian.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dinivian.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dinivian.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dinivian.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dinivian.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dinivian.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dinivian.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dinivian.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dinivian.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dinivian.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=217&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinivian.wordpress.com/2009/06/16/vegetarian-tidak-bikin-kamu-pergi-ke-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dinivian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/06/do-for-better-changes.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pic taken from www.sxc.hu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat untuk seorang Watcen</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com/2009/04/08/surat-untuk-seorang-watcen/</link>
		<comments>http://dinivian.wordpress.com/2009/04/08/surat-untuk-seorang-watcen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 08:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinivian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Words of Love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinivian.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Siang ini cuaca sedikit terik, tapi tidak seterik panas yang mengelabui hati si Watson, sang pemuda penggembala hidup. Setelah beberapa hari melakukan blogwalking ditempat teman, seorang teman yang baru dikenalnya, yang begitu hangat menyambarnya. Dunia maya menjadi sedikit berbeda untuknya. &#8220;Ternyata ada tempat buatku untuk mewujudkan tempat teduh di dunia yang tak bertepi ini, dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=174&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang ini cuaca sedikit terik, tapi tidak seterik panas yang mengelabui hati si Watson, sang pemuda penggembala hidup.</p>
<div id="attachment_177" class="wp-caption alignright" style="width: 190px"><a href="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/a-letter-for-a-pal.jpg"><img class="size-medium wp-image-177" title="pic source: http://sxc.hu" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/a-letter-for-a-pal.jpg?w=180&#038;h=121" alt="A letter for a pal" width="180" height="121" /></a><p class="wp-caption-text">A letter for a pal</p></div>
<p>Setelah beberapa hari melakukan <em>blogwalking</em> ditempat teman, seorang teman yang baru dikenalnya, yang begitu hangat menyambarnya. Dunia maya menjadi sedikit berbeda untuknya. &#8220;<em>Ternyata ada tempat buatku untuk mewujudkan tempat teduh di dunia yang tak bertepi ini, dunia yang tidak ada batasannya.</em>&#8220;. Sosok Watcen yang selama ini menaruh curiga tinggi terhadap dunia maya, akan setiap tindak tanduk tidak <em>welcome</em> berubah seketika.</p>
<p>Butuh hari-hari dimana saat dia mengunyah setiap cedokan nasi ke dalam mulutnya untuk merenung, saat ia berjalan, maupun mandi. <span id="more-174"></span>Tidak habis ia bertanya, bertanya&#8230; &#8220;<em>Sebenarnya saya punya pilihan untuk melakukannya</em>. <em>Saya punya pilihan untuk merespon apa yang terjadi pada saya dan lingkungan saya&#8230;</em>&#8220;.</p>
<p>Kilas balik ke masa lalunya tidak henti-hentinya terus mengalir&#8230; &#8220;<em>Sebenarnya apa yang telah berubah dari saya?</em>&#8220;. Mengapa sekarang ia serasa lebih &#8220;kelam dunianya&#8221; ketimbang awal jenjang ia memasuki sebuah perguruan tinggi disebuah perguruang tinggi. Sebuah tahapan baru baginya untuk  belajar meng&#8221;<em>analisis</em>&#8221; diri.</p>
<p>Pelajaran pertama ketika menginjakkan kaki disebuah tempat tenang nan indah. Tempat  yang mungkin hanya bisa dirasakan ketika ia menenangkan diri dari kegalauan hati. &#8220;<em>Cobalah tersenyum kepada siapa saja&#8221;, </em>kata orang itu kepadanya saat ia mengikuti sebuah diskusi. Benar!, Watcen melakukannya itu terus menerus, sampai-sampai ia tidak menyadari dampak apa yang ia dapat dari sebuah senyuman itu.</p>
<p>Kemana ia pergi, dengan siapa ia bertemu senyum adalah sapaan pertamanya. Kadang temannya mengganggu, &#8220;<em>kamu bukan menggodanyakan? </em>&#8220;, seraya memergoki Watcen dimana mereka men-fotokopi berkas-berkas yang diperlukan. Hari-hari dilewati tidak begitu terasa&#8230; Waktu berubah, detik berganti menit, berganti jam&#8230;dan semuanya berubah.</p>
<p>Tugas demi tugas ia kerjakan dengan baik demi menuntaskan amanat yang diberikan oleh keluarganya. Bahwa ia harus menyelesaikan studi tersebut dengan baik. Mandat itu ia pegang penuh di dalam setiap krikil-krikil tajam yang menganggu telapak kakinya. Bukanlah tanpa keluhan, Watcen juga layaknya pemuda pada umumnya, tidak ada yang unik dan special, hanya sesosok yang terus belajar mencari arti hidup dan jati diri. Sebuah proses pergumulan hati dan gejolak yang tiada henti mengekang dirinya. Saat semua bercampur menjadi satu, dihadapkan pada lika-liku persahabatan, saudara, keluarga, maupun percintaan. Ia harus membetulkan kembali benang-benang yang kusut karena sulaman yang salah akibat marah, ego, tertekan, dan ketidakpuasan.</p>
<p>Tanpa disadari apa yang mengelimuti tantangan telah pelan-pelan mengikis sosok Watcen&#8230; Perubahan tanpa ia sadari, bahwa itu telah terjadi, berjalan, dan tanpa henti&#8230;</p>
<p>Sebuah senyuman yang tak ia duga saat kembali akan men-fotokopi berkas-berkas yang ia butuhkan untuk urusan administrasi studi akhir. Orang-orang dan staff itu tidak sedikitpun ragu untuk menampilkan sebuah senyuman kepadanya, saat ia menyodorkan kertas bertuliskan Ijazah, dan kawan-kawannya. Namun tiada ekspresi mimik maupun secuilpun dari kulit ari wajahnya. Ia tampak begitu serius dan <em>cool </em>bak gunung yang menjulang tinggi. Tidak seperti lagi Watcen yang mungkin dulu merekan kenal begitu ramah dan penuh senyuman. Terlepas dia lagi sedih atau marah ataupun kesal dengan orang lain, dia bukanlah Watcen yang dulu&#8230;</p>
<p>&#8220;<em>Aku telah berubah!, berubah&#8230;</em>&#8220;, kenangnya dalam sebuah malam yang hening.</p>
<p>&#8220;<em>Mengapa kail-kail ini tidak pernah berhenti datang untuk mencabik-cabik hatiku?</em>&#8220;, &#8220;<em>Tuhan&#8230;sampai kapan aku akan seperti ini?&#8230;</em>&#8220;, gumam Watcen di dalam hati, meski kadang keluar dalam bisikan&#8230;</p>
<p>Sering sebuah deraian air mata yang keluar tanpa ia sadari. Saat larut dalam sebuah keputusasaan akan tembok-tembok penghalang yang menghadangnya. Ujian mental dan perasaan&#8230;datang, dan seolah ia begitu rapuh tak mampu menopangnya. Ia bak sebuah sebuah fondasi rumah yang terus digerogoti rayap&#8230; yang mungkin siap akan runtuh di suatu saat jika tidak diberikan pertolongan&#8230;</p>
<div id="attachment_178" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/agar-aku-gunung-yang-tak-tergoyahkan.jpg"><img class="size-medium wp-image-178" title="pic source: http://sxc.hu" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/agar-aku-gunung-yang-tak-tergoyahkan.jpg?w=180&#038;h=135" alt="Agar aku gunung yang tak tergoyahkan" width="180" height="135" /></a><p class="wp-caption-text">Agar aku gunung yang tak tergoyahkan</p></div>
<p>2 hari cukup penting buat Watcen habiskan dengan renungan dan pertanyaan yang tiada henti mengalir dalam hatinya yang haus akan ketenangan&#8230;</p>
<p>Watcen rindu akan jiwanya yang mampu memilih&#8230;</p>
<p>Memilih akan apa yang terjadi padanya maupun ketika ia harus mengayunkan pijakan untuk maju langkah demi langkah&#8230;</p>
<p>Ia rindu akan Watcen yang pernah dikenalnya saat mengerti sebuah senyuman dan kasih pada orang lain&#8230; Ia rindu akan ketegaran hati yang kuat mengikuti terjangan badai selagi raga ini masih ada&#8230; dan selagi nafas itu masih berputar-putar di dalam bilik-bilik paru. Dan darah di dalam nadi-nadinya&#8230;</p>
<p>Surat sahabat untuk seorang Watcen&#8230;</p>
<p>Jogjakarta, 8 April 2009.</p>
<br />Posted in Words of Love  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dinivian.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dinivian.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dinivian.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dinivian.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dinivian.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dinivian.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dinivian.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dinivian.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dinivian.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dinivian.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dinivian.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dinivian.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dinivian.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dinivian.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=174&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinivian.wordpress.com/2009/04/08/surat-untuk-seorang-watcen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dinivian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/a-letter-for-a-pal.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pic source: http://sxc.hu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/agar-aku-gunung-yang-tak-tergoyahkan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pic source: http://sxc.hu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Ching Ming&#8221; dan bakti seorang anak</title>
		<link>http://dinivian.wordpress.com/2009/04/06/ching-ming-dan-bakti-seorang-anak/</link>
		<comments>http://dinivian.wordpress.com/2009/04/06/ching-ming-dan-bakti-seorang-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 13:48:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dinivian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Goresan]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinivian.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Semalam berlalu Viani menginjakan kakinya di rumah Tuhan, rumah yang mungkin menjadi tempat peraduannya saat gundah hati bergelora, saat gelisah membalut ketidakberdayaan akan pilihan didepan mata, saat kabut mata tidak mampu lagi memecahkan ketukan langkah selanjutnya. &#8220;Bai Dian&#8221; (jok sembahyang in Mandarin dialek) menjadi tempatnya bersimpuh, berserah diri akan kegalauan hati yang tak kunjung usai. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=165&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_172" class="wp-caption alignleft" style="width: 192px"><a href="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/a-family1.jpg?w=260"><img class="size-medium wp-image-172" title="a-family" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/a-family1.jpg?w=182&#038;h=210" alt="Childhod" width="182" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Childhod</p></div>
<p>Semalam berlalu Viani menginjakan kakinya di rumah Tuhan, rumah yang mungkin menjadi tempat peraduannya saat gundah hati bergelora, saat gelisah membalut ketidakberdayaan akan pilihan didepan mata, saat kabut mata tidak mampu lagi memecahkan ketukan langkah selanjutnya. &#8220;Bai Dian&#8221; (<em>jok sembahyang</em> in Mandarin dialek) menjadi tempatnya bersimpuh, berserah diri akan kegalauan hati yang tak kunjung usai. Memohon ampun dan kekuatan yang tak mungkin bisa ia lihat tapi sebuah ketenangan bak pohon beringin ia bersandar.</p>
<p>Hari itu terlihat para hadirin lebih ramai dari pada biasanya. Memang, hari itu adalah sebuah hari besar yang mungkin orang &#8220;sekelas pemuda/i&#8221; Viani telah melupakannya. Jangankan kata ingat, mungkin tidak tahu sama sekali!. Ya, hari itu adalah hari terakhir sembahyang kubur <span id="more-165"></span>(Ching Ming bagi kebanyakan orang), sebuah bentuk perayaan memperingati para leluhur dan almarhum orang tua bagi orang Tiong Hua. Bagi Viani, mungkin itu bukanlah sesuatu yang baru, karena sebelumnya ia telah sering mendengar dan mungkin melakukan ritualnya.</p>
<p>Tapi hari itu sedikit berbeda baginya. Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan di dalam hatinya saat sebuah drama singkat tentang bakti seorang anak kepada orang tuanya, bahkan kepada leluhurnya.</p>
<p>Dia teringat pada masa kecilnya, sepertinya dia belum pernah melihat seperti apa wajah kakek dan nenek. &#8220;<em>Seperti apa gerangan mereka?</em>&#8220;, Bagaimana &#8220;<em>bentuk dan rupa mereka</em>?&#8221;. Dia bahkan tidak tahu persis dimana makam leluhurnya itu persis berada setelah ia melalui proses &#8220;gejolak&#8221; batin yang mungkin tidak pernah ia bayangkan sebelum ia &#8220;hadir&#8221;. Yah, memang dia harus melewati hari-hari yang penuh pertanyaan dan kerinduan. Pertanyaan yang akan selalu ada untuk menyelesaikan <em>puzzle-puzzle</em> kehidupan kecilnya.</p>
<p>Perayaan hari itu membawa sebuah pertanyaan penting bagi Viani untuk melangkah. <em>Ching Ming</em> bukanlah sebuah tradisi yang ada begitu saja, datang ke makam leluhur, membersihkan, berdoa, dan pulang. Dan cerita selesai sampai disitu!. Dan bukan pula sebuah ritual yang <em>hanya</em> menyembahyangi kubur itu. Sebuah tradisi belaka karena <em>trend</em>?</p>
<p>Tapi lebih jauh dari itu!. Wahai para budiman, <em>Ching Ming</em> adalah saat dimana kita mengingat jasa dan bakti leluhur semasa hidupnya (kakek-nenek ataupun orang tua kita sendiri yang telah almarhum) maupun kesempatan kita terhadap mereka yang masih hidup. Saat dimana kita dijaga, dibesarkan, diceboki, disuapin, dan segala macam tetek bengeknya. Hingga kita sebesar ini.</p>
<p><em>Xiao</em> atau bakti adalah sebuah kata yang akan berlaku universal bagi siapa saja, warna kulit apa saja, bola mata kek, agama atau suku apapun. Ia sebuah arti trans: gender, agama atau belahan dunia mana saja.<em><br />
</em></p>
<p><em>&#8220;Apa yang bisa kulakukan selain mempersembahkan </em><em>pelita suci bagi beliau yang telah tiada, agar terang disana?</em>&#8220;, tandas Viani dalam hati. Belajar mengenang budi yang tersiram didalam setiap hembusan nafas kita menjadi insan yang lebih berarti. Proses perbaikan diri didalam setiap jahitan benang kehidupan, maupun setiap sulaman benang yang akan dilakukan nantinya.</p>
<p>Seperti kata Khong Hu Cu, bakti terutama adalah kepada orangtua dan leluhur. Bakti <em>itu</em> menjadikan kamu manusia yang lebih berarti. Manusia yang lahir dan <em>bisa membawakan kehidupan</em> ini terus ada.</p>
<p>Sebuah moment yang bagus dan seyogyanya terus kita lakukan:</p>
<p><em>Sebagai orang tua</em>, sejauh mana saya menjadi contoh bakti buat anak-anak saya agar mereka menjadi insan yang berguna?.</p>
<p><em>Sebagai anak</em>, sejauh mana saya membalas budi mereka, selagi mereka masih</p>
<p>bernafas?. Agar mereka bisa menikmati sisa hidup dari peluh penat membesarkan ku?&#8230; Bukan setelah menjadi <strong><em>sebuah</em> <em>nama</em></strong> maupun debu.</p>
<div id="attachment_171" class="wp-caption alignright" style="width: 199px"><img class="size-medium wp-image-171" title="mom-son" src="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/mom-son1.jpg?w=189&#038;h=117" alt="Miss for joy and happiness of family" width="189" height="117" /><p class="wp-caption-text">Miss for joy and happiness of family</p></div>
<p>Viani tersenyum dalam hati sejenak setelah merenung semuanya. Ia berharap dan berdoa terus ada kesempatan dan jalan buatnya merintis kualitas hidup yang indah. Dan dalam rangkulan-Nya ia berserah diri.</p>
<p>*) Viani &#8211; seorang anak yang merindukan Tuhan.</p>
<br />Posted in Goresan, Reflection  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dinivian.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dinivian.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dinivian.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dinivian.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dinivian.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dinivian.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dinivian.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dinivian.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dinivian.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dinivian.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dinivian.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dinivian.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dinivian.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dinivian.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dinivian.wordpress.com&amp;blog=1002994&amp;post=165&amp;subd=dinivian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinivian.wordpress.com/2009/04/06/ching-ming-dan-bakti-seorang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dinivian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/a-family1.jpg?w=260" medium="image">
			<media:title type="html">a-family</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dinivian.files.wordpress.com/2009/04/mom-son1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mom-son</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
